Tampilkan postingan dengan label random thought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label random thought. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 November 2019

TIPS LOLOS CPNS! (The most googled words nowadays)

Akhir-akhir ini ada beberapa temen yg kirim privat message ke aku, baik di whatsapp maupun instagram tanya tentang gimana pengalaman pas ikut tes CPNS lalu. Kayaknya dari dulu kepikiran mulu tapi nggak ketulis-tulis juga di blog. Nulis sekarang belum telat kan ya...hehe

Aku nggak akan menjelaskan tahapan seleksi CPNS secara rinci karena sebagian besar sudah bisa dicari by googling atau baca buku. Kalau kamu belum sampe pada tahap memahami apa-apa saja seleksi yg sekiranya akan kamu hadapi, ada baiknya untuk stop baca ini, lalu close page. Menurutku, kalau kamu belum tahu sampe tahapan itu berarti belum ada niat apalagi usaha yg mumpuni. Galak ya, iya! Soalnya segitu rendahnya niat baca, masa cita-cita setinggi langit. Maaf silakan tersinggung :D
Daripada tersinggung atau dongkol yg ndak guna, silakang googling dulu gambaran tahapan seleksi CPNS dan beli/ baca bukunya.

Tips 1: INFO SUMBER PRIMER
Pastikan mengakses sumber informasi dari sumber primer. Apa'an tuh sumber primer? Maksutnya, selalu cek dari web resmi penyelenggara seperti sscn atau sscasn sekarang katanya dan website masing-masing instansi yg membuka lowongan (biasanya diakhiri dg go.id). Dapet pesan forward file pdf pengumuman dari temen? Boleh. Dapet info dari akun non resmi di sosmed? Boleh. Asaaaal selalu kroscek lagi ke sumber primer tadi, sama atau nggak. Kalau sama, sok atuh lah...Monggo gas wae.
Kenapa sih ribet banget musti kroscek ini anu ini anu. Hallawww milenials, di tahun 2019 kamu masih ketipu hoax dan info simpang siur? Banyak korbannya. Jangan jadi salah satunya ya! Bayangin ya satu file yg mungkin bisa direkayasa oleh orang yg nggak bertanggungjawab terus diforward ratusan kali oleh pengguna sosmed yg kurang kritis. Nanti kalau ditipu, diperas, dirugikan, salah siapa? Mikir dong *toyor jidat sendiri

Tips 2: BACA DAN TELITI
Baca secara detail pengumuman dan jadwal. Setiap instansi yg membuka lowongan CPNS, punya syarat tersendiri untuk masing-masing formasi. Setiap syarat dibunyikan rinci di pengumuman surat edaran beserta jadwalnya. Jika ada satu saja syarat yg tidak dipenuhi, jangan harap lolos tahapan awal administrasi... atau di beberapa kasus, panitia bisa khilaf meloloskan bahkan pada tahap akhir tapi ketika pemberkasan tidak lolos karena tidak sesuai persyaratan awal. Nyesek ya udah hampir dapet SK terus dibatalin? Lha gimana sih, salah sendiri nekat :)
Baca lagi formasi secara teliti, bandingkan jumlah formasi yang dibutuhkan dengan perkiraan saingan. Apalagi jurusan-jurusan yg banyak dibutuhkan di beberapa formasi seperti hukum, ekonomi, dll. Kalau jurusan keguruan dan kesehatan biasanya formasinya sudah sangat mengerucut. Satu lagi, pahami betul timeline jadwal dan persiapkan. Apalagi kalau kita bukan freshgraduate (masih jadi pekerja lain yg mau lompat jadi CPNS) perkirakan kita butuh cuti berapa hari, mau minta izin kapan ke atasan, dst. 

TIPS 3: BELAJAR
Kalau sudah lolos administrasi, silakan persiapan ke tahap selanjutnya yaitu TKD/SKD (Tes/Seleksi Kompetensi Dasar). Ada passing grade minimal yg wajib dipenuhi untuk lolos ke tahap selanjutnya. Karena sistem pada tahapan SKD ini adalah sistem gugur dan perangkingan, dapatkan nilai setinggi mungkin di atas batas passing grade. Caranya: belajar. Udah itu aja, gimana sih kayak nggak ada tips lain aja :') tapi caranya cuma itu memang.
Belajar, aku saranin dari buku aja. Boleh beli buku fisik atau akses playbook, boleh juga ke gramedia digital. Kenapa nggak dari hasil googling aja gitu dikumpulin, boleh boleh aja kalo ada waktu untuk meng-arrange dengan sistematis. Kenapa buku? Karena isinya sistematis dan bank soalnya tertata, ada kunci dan pembahasan. Kadang kalo cuma comot-comot dari blogspot jadi riweh dan pusing. Aku nggak ada rekomendasi buku mana yg bagus, semua bagus asal dibaca. Buku yg buagus juga kalau nggak dibaca, percuma.
Next, udah lolos SKD? Ya belajar lagi persiapan untuk tahap selanjutnya, misal SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) yaelah belajar muluuu muag yah :)))
screencapture aplikasi gramedia digital di gawai android

TIPS 4: LATIHAN WAWANCARA
Yang paling aku suka pas cari kerja ya cuma tahap ini, wawancara akhir. Biasanya sama user ya kalau perusahaan, kalau CPNS biasanya sm pejabat eselon 2 atau 3. Menurutku nilai wawancara ini sangat bisa mendongkrak nilai total keseluruhan pada waktu perangkingan akhir. Padahal wawancara ini subyektif lho dibandingkan tahapan tes sebelumnya meskipun sudah ada patokan penilaian dari pusat misal. Justru karena tingginya subyektifitas tahap ini kita harus impresif, gimana caranya pewawancara terkesima sama kita. Apasih yg bikin kita patut dia pilih? Gimana cara membawa diri kita supaya kelihatan meyakinkan. Tentunya dengan cara yg alus dan nggak keliatan naif gombal klise. Kayaknya nanti aku bakal nulis post tersendiri soal ini. Soalnya dulu aku pernah dapet ilmu dari Mister Vian waktu ambil kelas di Elfast Pare, Jatim. Masih inget banget poin-poin yg beliau ajarkan belum pernah ada di hasil pencarian internet mana pun. Penasaran nggak? Semangatin aku dong buat nulis hahahha :D

TIPS 5: JADI WONG BEJO (beruntung)
Gila ini tips apasih... tapi beneran aku serius nulis ini. Bayangkan ribuan orang bahkan daftar untuk formasi yg seuprit biasanya berapa puluh atau berapa ekor. Ribuan orang itu di antaranya yg sudah lolos tahap SKD yg sudah pasti belajar... masih ratusan sisanya, mereka semua belajar juga lah (jangan percaya kalau mereka bilang nggak belajar, trust me) Kalau usaha udah sama-sama maksimal ya tinggal kuat-kuatan doa. Kadang kompetisi berat kek gini nggak bisa pakai logic ya. Jangan lupa selalu tanamkan untuk berpikir 'nothing to lose' supaya ambisimu nggak bikin kamu jadi depresi berat ketika gagal.
Minta doa dari orang tua, terutama ibu. Inget-inget juga sama orang yg pernah sengaja kita sakiti minta maaflah (tapi kalau orangnya emang resek dan kampret yasudah doain aja wkkwkw), kalo nggak sengaja kita sakiti kan kita pasti nggak sadar tuh..minta maafnya sama Tuhan dulu (bagi yg beragama). Buset kenapa gue jadi mamadedeh gini, Tapi sekali lagi, rezeki datang bukan cuma lewat jalan jadi PNS ya. Apapun pekerjaan kita yg membedakan hanya cara menjemput rezekiNya. Coba bilang setuju dulu~

FAQ
Q: Perlu gaksih ikut kursus online/ bimbel khusus gitu?
A: Bisa perlu, bisa nggak. Liat dulu kemampuan dari segi waktu dan uang, misal. Kalau lagi kerja dan nggak bisa ikut kursus drilling gitu ya nggak kudu ikut kan. Bisa banget untuk belajar di rumah, baca sendiri manajemen waktu sendiri. Kalau nggak punya duit buat kursus/bimbel kenapa harus memaksakan? Ada banyak pilihan lain untuk belajar dari cuma sekedar googling bank soal atau beli buku under 100K. Kalau tersedia waktu dan dana, mau ikut ya silakan...bole bole saja.

Q: Bayar/nyogok nggak biar lolos CPNS? Bisa dibantu orang dalem?
A: Sisa satu dua orang sih yg tanya gini. Aku yakin di era reformasi birokrasi ini masyarakat sudah lebih percaya pada pemerintah, termasuk perekrutan CPNS yg bersih dan akuntabel. Mungkin masih ada oknum, tapi sudah susah sekali untuk tes awal aja sudah dites metode CBT (Computer Based Test) terkoneksi dengan pusat secara realtime dan perankingan transparan. Jawabanku: nggak ya, nol rupiah, tidak sepeser pun.

Q: Mbak PNS apa, di mana? Penempatan udah jelas atau selindo?
A: Kebetulan aku PNS di lingkup Kementrian Hukum dan HAM. PNS Pusat, penempatan di UPT Lembaga Pemasyarakatan karena aku formasi perawat s1/ners. Penempatan selindo karena pada waktu pembukaan formasi tidak spesifik satu formasi di UPT mana. Kalau formasi PNS Daerah biasanya sudah spesifik, bisa pilih formasi di UPT mana/penempatan mana dari awal. Cuma ya gitu, seuprit banget biasanya cuma hitungan jari formasinya. PNS Pusat pun ada yg formasinya sudah spesifik. Itulah pentingnya membaca pengumuman secara detail dari sumber primer.

Q: Berapa gaji PNS? Dapet apa aja?
A: Gaji PNS sudah diatur perpres, selindo sama kok berdasar pangkat golongan dan masa kerja. Komponen lain yg aku dapet seperti tunjangan kinerja/remunerasi dan uang makan. Untuk komponen bisa berbeda satu dengan yg lain untuk PNS di kementrian lain atau PNS Daerah. PNS Daerah misalnya nggak dapat uang makan (CMIIW), nggak ada tunjangan kinerja tapi dapat jasa pelayanan (contoh untuk perawat yg kerja di RS/ Puskesmas). Kalau masih CPNS dapet gaji tapi belum full, aturannya 80%.
Semua sudah diatur dalam perundang-undangan. Kalau aku di lingkupku diatur dengan Permenkumham nomor sekian ttg Tunjangan Kinerja...dll, untuk PNS Daerah diatur dalam Peraturan Gubernur/ Bupati. Cari info sebanyak-banyaknya, apalagi kalau keluarga atau temennya ada yg PNS juga. 

Ada FAQ lain yg belom terjawab? Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar, semoga saya bisa membantu. Quote terakhir--- Wong pinter kalah karo wong bejo. Nanging paling becik dadi wong pinter sing bejo! (Orang pintar kalah dengan orang yg beruntung. Namun paling enak itu jadi orang pinter yg beruntung). Jangan cuma berharap jadi wong bejo yuk sinau sek lur...

Jumat, 02 Januari 2015

Write and Giggle!

I’d like to write, what’s on my mind when I was standing so long in my bathroom.
I’d like to write, what’s go around my head when my eyes got so hard closed just to sleep.
I’d like to write, what’s stuck in my brain when I listened to Copeland’s songs.
I’d like to write, what I shouldn’t think when I was typing a make-up review.
I’d just like to write, what makes me suddenly be an amateur melancholy molly when I feel the glace of rain.
If someday, I found these old writings ...I wish I will smile with some giggles.
Giggling, why I was too naive and then thank God ...the steps lead me figure out what happiness is.
Giggling, why my grammar was screwed up!
That was well hard, though.
source: aestheticoutburst.blogspot.com

-typed with Suburban Love by Lipstik Lipsing.mp3 as backsound-


Senin, 29 Desember 2014

Over thinking would kill you! (Cognitive Distortions Explanation)


Dua bulan yang lalu, kalau saya tidak salah sih. Saya menulis tentang ABC, teknik terapi kognitif buat kondisi depresi (sedih) yang semoga bisa membantu. Sedang tidak menulis tentang review make up atau hal berbau per-lenongan karena sedang jenuh. Jenuh, duh jadi inget mz Rio.... #np #RioFebrian-Jenuh

Kembali lurus ke niat awal, saya pengen meneruskan tentang ‘distorsi kognitif’ yang pernah saya singgung di pos tersebut. Distorsi kognitif paan sik? Ya itu, coba saya artikan perkata dulu.
dis·tor·si n 1: pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dsb; penyimpangan:
kog·ni·tif a 1 berhubungan dng atau melibatkan kognisi
kognisi /kog·ni·si/ n 1 kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dsb) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri; 2 Sos proses, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang; 3 hasil pemerolehan pengetahuan

Bisa ditarik kesimpulan, distorsi kognitif merupakan penyimpangan dalam penafsiran/ persepsi. Semua berawal dari mikir, cara pikir kita loh. Sebenarnya ada banyak sih, distorsi yang (mungkin) sering kita alami. Saya juga sering, banget. Mungkin kamu pernah mengalami hal di bawah ini deh:

All or Nothing
Pola pikir seperti ini sering diawali dengan kata absolut seperti ‘semua’, ‘selalu’, ‘selamanya’. Lompat ke contoh: Saya selamanya bodoh, mudah tertipu. Selalu ada niat buruk dibalik setiap orang yang mendekati saya. Tidak pernah ada orang yang tulus mencintai saya.
Nah, dikurang-kurangin deh penggunaan kata-kata mutlak di atas. Nggak semua kok, itu cuma di pikiran kita saja.

Over-generalization
Hampir sama seperti tipe distorsi di atas, namun pola ini lebih menyamaratakan suatu populasi karena satu hal atau keadaan. Istilah jawanya, gebyah uyah. Semua lelaki memang brengsek. Semua orang hanya ingin memperdayai saya saja.
Janganlah merusak susu sebelanga karena tinta setitik. Semua orang punya keunikan masing-masing, ya jangan pernah menyamaratakan.

Mental Filter
Dalam pola ini, pikiran kita secara otomatis menyaring. Menyaring apa? Menyaring sisi negatif dari suatu kejadian sehingga tidak ada hal positif yang didapat.
Misal, Putri sudah berangkat pagi buta karena akan mengikuti ujian. Tiba-tiba di tengah jalan ban motornya bocor. Dia menelpon temannya, namun tidak ada yang mau menyusulnya. Akhirnya dia tidak mengikuti ujian dan harus menjalani ujian susulan walaupun nilai ujiannya bagus.
Putri mengumpat seharian dan berpikir bahwa teman-temannya egois. Dia tidak melihat bahwa teman-temannya dalam keadaan menghadapi ujian juga dan mereka sudah meminta izin untuk Putri karena musibah ban bocor. Lagi pula karena ujian susulan, Putri lebih bisa mempersiapkan tanpa resah terburu-buru sehingga nilai ujiannya bagus. Cara berpikir seperti ini menghilangkan poin positif dari suatu kejadian.

Jumping to Conclusions
Ini nih, yang bisa disebut pola pikir insecure. Merasa tidak aman karena menganggap diri kita tahu bagaimana orang lain berpikir (mind-reading) atau bahkan bisa menebak akhir dari suatu kejadian (fortune-teller).
Contoh lagi, Putri selalu marah-marah dan menginterogasi kekasihnya karena menganggap pacarnya pasti berselingkuh dengan wanita lain. Parahnya, dia mengaku bisa meramal bahwa hubungannya akan kandas. Putri yakin bahwa teman-teman kekasihnya tidak menyukainya, seperti itu.

Should Statement
Putri sedang menunggu teman baiknya yang berjanji akan tepat waktu menjemputnya untuk hadir di suatu konser musik. Setelah menunggu lebih dari satu jam, temannya tak kunjung datang. Dia marah-marah sebal karena konser akan segera usai. Temannya datang tergopoh karena tenyata dirampok di jalan.
Pola pikir seharusnya, harus, yang diterapkan Putri di atas membuat suasana buruk di pikirannya sendiri. Seharusnya ada hal-hal di luar ekspektasi yang perlu dipertimbangkan mungkin akan terjadi.

Labeling
Setelah putus cinta berkali-kali, Putri berpikir bahwa dia bukan wanita yang baik. Saya jelek. Saya bodoh. Saya tidak spesial. Tidak ada yang mau dengan wanita seperti saya. Menempel label buruk untuk diri sendiri, bukan ide yang bagus untuk kesehatan pikiran kan?

Personalization & Blame
Putri menyalahkan dirinya karena hubungan cintanya kandas. Dia menyesal tidak mengindahkan nasehat teman-temannya untuk hati-hati dengan pria tersebut. Putri terus menerus menyalahkan dirinya dan merasa kejadian buruk itu adalah sepenuhnya salahnya. Padahal belum tentu dan masih banyak faktor lain yang bisa berperan meyebabkan suatu musibah/ keadaan krisis.

All or Nothing dan Mental Filter ini saya banget pas lagi khilaf :))
Kira-kira kalian sering terdistosi tipe apa? Let me know :D


Minggu, 12 Oktober 2014

ABC For Your Happy Life!

Jadi, tiga hari yang lalu adalah hari Jumat tanggal 10 Oktober 2014. Seperti tidak ada yang spesial memang, tapi 10 Oktober kemarin menjadi spesial untuk saya karena hari itu adalah World Mental Health Day yang tema tahun ini adalah Living with Schizophrenia. Saya sudah tiga minggu penuh menjalani stase peminatan keperawatan jiwa di ujung rotasi klinik saya. Yak, jiwa! Meskipun dipandang sebelah mata oleh banyak orang, stigma negatif dan kolot tentang gangguan jiwa, anggapan prospek buruk mengenai pekerjaan dan keilmuan ini, saya tetap bersikukuh untuk mengambil peminatan jiwa.
World Mental Health Day 10th Oct
It’s fun, indeed.. .  Saya bisa belajar tentang kesehatan fisik, mental, sosial, secara terintregasi. Ilmu yang bisa dipakai untuk terapi pasien, keluarga pasien, masyarakat, teman-teman, orang-orang terdekat dan tersayang. Bahkan, untuk diri sendiri.
Minggu pertama, saya mencoba praktik terapi kognitif (cognitive restructuring) yang saya modifikasi dari beberapa sumber ilmiah. Terapi ini diklaim sangat signifikan hasilnya untuk penderita depresi (gangguan mood, sedih). Sangat fleksibel, asalkan tau dasarnya saja.  Sebut saja ABC.
“A” yaitu actual event adalah kejadian sebenarnya.
“B” adalah belief, yaitu hal hal yang dipikirkan dan dipercayai oleh seseorang atas kejadian “A” tersebut.
 “C” yaitu consequence/ konsekuensi dari adanya “B” atau kepercayaan tersebut.
Kesimpulannya, terjadinya A menimbulkan B yang kemudian menimbulkan C. Lets make an example. Saya kasih contoh untuk diri saya sendiri aja deh, biar nggak ada pihak yang tersindir. Contoh:
A (Actual Event): Putri ditinggalkan kekasihnya karena kekasihnya selingkuh (misalnya -_-)
B (Belief): Putri percaya bahwa kekasihnya berselingkuh karena merasa selingkuhannya lebih baik darinya, dia bukan siapa-siapa, dia bodoh, dan banyak distorsi kognitif lain yang membuatnya sangat sedih.
C (Consequence): Karena sangat sedih dan terus memikirkan hal tersebut Putri menjadi malas beraktivitas, tidak mau makan, tidak bisa tidur, mengurung diri di kamar dan akhirnya sakit.

Keadaan yang dialami Putri termasuk kecenderungan depresif. Dalam terapi kognitif, penderita depresi disadarkan akan adanya pola pikir atau keyakinan (B= Belief) yang salah kemudian atau menata ulang B tersebut sehingga terjadi C (consequence) yang berbeda. Inti dari terapi kognitif yaitu mengubah pikiran/ kepercayaan pada poin B, dari keyakinan negatif menjadi keyakinan positif dan realisitis. Caranya? 
1.  Tuliskan semua yang kita rasakan dan pikirkan.
Menulis merupakan salah satu media katarsis. Dengan menuliskan perasaan dan pikiran yang dirasakan, kita bisa melihat gambaran besar masalah/ stressor yang kita hadapi. Kita dapat mengidentifikasi apa saja perasaan atau emosi negatif yang muncul.
2.  Identifikasi kejadian yang membuat kita terganggu (sedih).
Tentukan hal utama yang membuat kita sedih. Misalnya dalam kasus Putri di atas apakah yang membuat Putri sedih. Apakah karena berakhirnya hubungan? Apakah karena merasa ditipu? Apakah karena takut menjadi single? Misalnya.
3.  Identifikasi semua emosi yang negatif.
Garisbawahi perasaan negatif yang kita rasakan. Saya marah karena merasa dibohongi. Saya sedih dan kecewa karena sudah menaruh harapan.
4.  Identifikasi semua pikiran negatif yang mengikuti emosi negatif.
Pasti, pasti, pasti ada pikiran negatif yang menyertai emosi negatif. Nah, kita juga harus menyadari pikiran yang timbul ini. Contoh lagi: Putri sedih karena merasa dibohongi, kemudian Putri berpikir ‘pasti dia hanya memanfaatkan saya saja, saya bodoh sekali bisa-bisanya dibohongi...’
5.  Identifikasi distorsi pemikiran yang terjadi dan ganti dengan yang benar.
Kita mengganti emosi dan pikiran negatif menjadi reaksi yang realistis. Soal Putri diselingkuhi dan dibohongi misalnya, disarankan untuk tidak mendistorsi cara berpikir. Seperti: baiklah, mungkin Tuhan telah menunjukkan kepada Putri siapa sebenarnya lelaki itu. Putri seharusnya bersyukur tidak berjodoh dengan pembohong. Mungkin juga orang tersebut sudah terbiasa melakukan kebohongan itu kepada wanita lain, sehingga Putri tidak menyadarinya, bukan karena Putri bodoh.
6.  Pertimbangkan kembali “emosi”.
Setelah sadar apa saja emosi negatif yang kita miliki, mari pikirkan apakah reaksi tersebut wajar. Putri masih merasa sedih dan kecewa karena diselingkuhi, namun sampai kapan dan sejauh apa emosi tersebut akan ada. Apakah emosi tersebut berdasarkan realita atau karena distorsi kognitif. Apa itu distorsi kognitif? (akan dijelaskan di bawah)
7.  Buat rencana perbaikan.
Semua sudah jelas, kita sudah menulis semua yang dirasakan, menunjuk dan mebedakan mana emosi negatif, pikiran negatif serta mempertimbangkan emosi. Kita juga sadar emosi yang menyebabkan pikiran kita terdistori (melenceng). Mana kah tipe distorsi kognitifmu? Di bawah ini dijelaskan cara berpikir yang melenceng atau terdistorsi:
Duh, masih dalam bahasa inggris, kapan-kapan saya bikin postingan terpisah tentang distorsi kognitif. Ini sumbernya  http://www.apsu.edu/sites/apsu.edu/files/counseling/COGNITIVE_0.pdf
Kira-kira dengan jenis distorsi yang mana kita berpikir? Ketawa sendiri kan, senyum sendiri kan menyadari cara berpikir kita yang salah :)
Sekarang tinggal bikin list rencana perbaikan. Masih dengan contoh Putri, misalnya Putri akan memperbaiki diri, berhati-hati dalam memilih pasangan selanjutnya, melakukan hal-hal positif untuk mengisi kegiatan dan mempersiapkan diri untuk menjadi lebih baik (ini abstrak banget, ngaaah).
Buat rencana yang aplikatif saja, seperti saya akan membaca buku minimal 3 jam setiap hari, jika merasa sedih saya akan menulis, saya akan bercerita kepada teman jika merasa kesepian, saya akan masih banyaaak lagi.... Intinya, rencana kalian nanti harus bermanfaat terutama untuk diri kalian sendiri atau bahkan lingkungan sekitar. Semakin sibuk dan semakin menikmati, maka semakin baik pula pikiran kita nantinya. Jauh dari distorsi kognitif yang merusak cara berpikir kita.

Get happy life with ABC rule!!! :D

Jumat, 19 September 2014

Takut Tiket..

Jemariku kaku, melepas lembar demi lembar tiket bioskop yang berserakan di meja sudut kamarnya. Mata saya terasa berat dan berair tapi tidak menetes. Masih saya pandangi dan urutkan tiket-tiket bioskop di mall ibu kota itu. Tiba-tiba satu tepukan hangat menyambut bahuku diiringi bau wangi khas sabun setelah mandi. Pria itu berkata, “Ayo berangkat...”. Ya, saya dan dia berencana makan malam bersama sahabat perempuan saya, namun saya berani bertaruh rencana ini akan batal.
Sepanjang jalan, dia menanyaiku kenapa wajahku murung, seolah saya ini biasanya gadis yang paling ceria. Saya menggelengkan kepala, dan menjawab tidak apa-apa. Kerutan mata sayu di balik kaca matanya membuat bibirku kelu untuk berkata dan selalu membalasnya dengan senyuman lebar gigi berkawatku.
Benar saja, malam itu kita hanya makan berdua tanpa sahabatku. Sahabat itu menolak ikut karena kita terlalu lama datang. Mungkin seharian kita terlalu banyak berpergian dan menghabiskan waktu berdua karena kami sadar waktu ‘berkualitas’ semacam ini tidak setiap hari kita punya. Betapa senang saya mengiris roti dan isi burger raksasa yang kita idam-idam sejak lama, walaupun rasanya biasa saja. Yang saya ingat, saya sangat senang karena bisa melihat pria itu lagi setelah hampir lupa wajahnya.
Setelah irisan burger itu habis, saya dengannya membicarakan musik yang kita dengar sekarang, soal rencanya membuat akun last.fm atau sekedar mengobrolkan rekan kerjanya di tengah laut sana. Entah bagaimana, rentetan obrolan itu sampai pada titik basa-basi. Saya memulai pertanyaan basa-basi ala saya.
“Kalau di Jakarta emang biasanya jalan ke mall sendiri ya? Nonton juga sendiri terus?”
“Iya... sendiri kok.”
“Sumpah? Demi Allah?”
Pria itu mengrenyitkan dahi, mengabaikan uluran tangan saya dan berbalik bertanya.. kenapa? Dengan rasa takut, bukan takut olehnya.. melainkan takut dengan jawaban yang ia akan berikan. Bibir saya dengar lirih berkata, “Aku melihat tiket-tiket bioskop yang berserakan di meja rumahmu. Tiket bioskop itu sepasang-sepasang. Jadi? Dengan siapa?”
Ah saya benar-benar takut! Takut karena tiket? Sampai saya menutup mata menunggu jawaban, padahal telinga saya yang mendengar. Setelah tertegun lama, pria itu menjawab. Jawaban itu mengerikan. Mengerikan seperti pengumuman ketidaklulusan seorang siswa, menyedihkan seperti mendengar orang yang paling kamu sayangi meninggal. Jawaban itu... seketika membuat bibir saya rapat berganti tangis. Lingkar dada saya seperti bertambah sepuluh senti, menjadikan saya sesak sulit untuk bernafas. Pria si penjawab pertanyaan itu mengajak saya pulang, mungkin dia malu dengan pengunjung kafe yang lumayan ramai malam itu.
Di ruang tamu, pria itu masih diam. Saya terisak. Pria itu masih diam. Saya masih juga terisak. Di tengah isak tangis itu, saya bertanya-tanya apa saya pernah menyakiti hati orang lain sedemikian rupa, sehingga pria ini membalasnya dengan beribu pedih. Entah, mungkin iya.

Maafkan saya, siapa pun.
Oh Tuhan.. karma itu ada untuk saya, kamu atau dia.


Yogyakarta, 16 September 2014

Selasa, 25 Februari 2014

DIY: Cetakan Alis Anti Telat

Telatan! Saya orangnya telatan, padahal bangun juga udah berusaha sepagi mungkin tapi tetep aja telat. Dugaan penyebab ketelatan: 1) Kelamaan mandi, 2) Kelamaan dandan, 3) Kelamaan boker, 4) Kelamaan nyetir. Nah, kalo nomor satu jelas nggak bisa diubah, turunan dari bapak dan embah kalo mandi emang lama banget sekalian penyegaran dan relaksasi (yaelah, ketauan banget kurang hiburan -_-). Nomor tiga dan empat juga nggak bisa diubah, mutlak skill autonom dari lahir :))
Yang bisa dipersingkat mungkin nomor dua, yaitu waktu berdandan. Sebenernya sehari-hari cuma pake pelembab, sunblock, lip balm, bedak, eyeliner, blush on, lipstick dan alis aja kok (?). Hahaha, yang paling lama jelas, proses menggambar alis. Ini vital, saya nggak bisa mengawali hari tanpa menggambar alis. Kemarin saya liat situs wolipop dan menemukan cetakan alis dari mika merk Ardel. Berapa harganya? Rp 75.000,-
Kemudian jiwa daur ulang saya mulai muncul, pengen bikin sendiri dari mika bekas laporan-laporan praktek korban salah penjilidan. Pas cetakannya jadi, saya diketawain dan dihina-hina sama Tania, Olive dan Vivi. Ya emang sih kayaknya jelek dan nggak patut tercipta hahaha, tapi suwer ini berguna. This is the way how I made it~
Ini loh yang ditertawakan mereka :(

Siapkan dulu senjata yang diperlukan:
Bahan: Mika, Kertas
Alat: Pensil, Spidol, Gunting/Cutter/Silet

Langkah:
1) Siapkan alis yang ingin kita cetak bentuknya.
2) Gambar dulu alis kita seperti yang kita inginkan. Gambar dengan jelas supaya mudah ketika 'menjiplak'nya di mika
3) Ambil mika, jiplaklah sesuai alis kita. Beri titik-titik vital yang membantu kita untuk menyambung garis.
4) Gambar sepenuh hati, setulus kasih dan sayangmu *tsahh*. Gambar dengan jelas. Beri tatakan kertas, supaya gambar terlihat.
5) Gunting bagian dalam garis dengan rapi. Hati-hati robek, namanya juga mika bekas --"
6) Test drive! Coba di alis yang belum tergambar, balik secara horisontal.
Apa sudah sesuai keinginan dan kebutuhan? Jika belum sesuai, ubah seperlunya. Jika sudah, selamat memakai :D
Semoga bermanfaat.

Jumat, 21 Februari 2014

First Random Wishlist 2014

Sebenernya saya nggak ngerti apa fungsi postingan wishlist yang biasa dibuat oleh blogger-blogger cantik di dunia maya nan fana ini *tsah. Kalo yang saya tau, wishlist di website ketika belanja online itu buat reminder buat kita kalo suatu saat barang itu in stock atau udah ada dana buat beli, biar kita nggak lupa ketika masuk ke akun kita. Kalo wishlist di blog buat apa ya.. mencatat cita-cita, target jangka pendek, pengin-penginan aja atau buat kode-kode barang kali ada yang beliin gitu ya? Hahay :))
Kalo mau di-list, banyak banget barang yang saya pengen. Pengen loh bukan butuh. Coba-coba bikin yang nyangkut ke ranah 'beauty things' deh.

1) Smoky Palette Coastal Scent

Dari dulu pengen belajar make up mata. Empat pack eyeshadow tri dan quad, dengan warna nude masih menganggur. Kenapa smokey saya selalu gagal terus ya? Oh iya mungkin karena warnanya itu itu aja ahlasaaaaan~. Pokoknya palet ini kece, warnanya vibran dan di web makeup alley dapet rating 3,9 dari nilai maksimal 5. Sebenernya pengen juga palete lain dari Coastal Scent yang beratus-ratus warnanya, tapi kayaknya warna-warna di Smoky ini udah cukup mewakili.

2) Smoky Eyes Brush Set
Kenapa percobaan smokey eyes saya gagal terus? Oh mungkin karena kuasnya kurang bagus! Saya belum punya blending brush yang apik #KambingHitamLagi. Ecotools dan elite dome brush Coastal Scent saya belum cukup membantu, dan mungkin set ini bisa menolong *wink wink*

3) NYX Eyeshadow Base
Kenapa percobaan smokey eyes saya masih gagal lagi? Oh mungkin karena eyeshadow base nya kurang oke! #KambingHitamBerikutnya. Katanya eyeshadow base NYX ini bisa bikin warna eyeshadow keluar dan nggak crease. Oke masuk wishlist Ö


Capek ah ngomongin make up mata yang belom pernah kesampean ini. Percuma kalo matanya cwantiks tapi perut, lengan dan bokongnya bergelambir? Hayoloh! *elus lipetan peyut*

4) Running Shoes (Ö)

Saya males olah raga, alesannya: nggak punya sepatu. Padahal banyak olahraga yang bisa dilakukan tanpa sepatu, seperti squad push up sit up. Nah alhamdulillah ini sudah terpenuhi (makasih buy one get one Sport Station huahaha), ayo jangan banyak alasan lagi *pecut bokong sendiri*.

6) Sport Jacket
Alesan lain saya males olahraga: nggak punya baju. Banyak kaos pendek, tapi kan sekarang saya pake jilbab.. masa iya kerudungan pake kaos pendek (jadi inget pas ngaji jaman SD huaha). Dulu pernah naksir berat sama reebok warna merah ya tapi dananya selalu teralihkan untuk yang lain-lain-lain-lainnya...

Semoga bisa kesampaian... tahun depan sudah handal bikin make up mata dan dadah-dadah ke lemak lengan perut paha :D 

Minggu, 02 Februari 2014

DIY (Do It by Your self): Zoo Printed Make Up Drawer!

Wow ada make up di dalam kebun binatang! Hihihi. Oke #IniLebay
Lucu nggak? Lucu kan, lucu ya, lucu sih! u,u

Saya cuma pengen pamer, bikin kotak make up dari kardus berlapis kertas kado dengan motif kebun binatang. Selo banget? Ya emang selo, mumpung masih selo di hari Minggu. Satu-satunya hari di mana saya nggak libur dan tidak diwajibkan menjalani rutinitas saya sebagai praktikan. Saya tergelitik oleh satu kalimat, begini bunyinya...
“Rutinitas membunuh kreatifitas” - by unknown
Setuju nggak sama quote di atas? Saya sih setuju banget, susah lho untuk sekadar mendapat inspirasi baru dalam kegiatan yang sama tiap harinya. Bukan hanya kegiatan, tapi juga suasana, orang-orang sekitar, dan tekanan yang kurang lebih mirip. Maka dari itu saya ingin mengasah kreatifitas saya, menggali imajinasi dan membuat diri menjadi produktif tidak hanya seorang manusia konsumtif. #HalahGayamuPuuut! #Pret
Sebenarnya saya pengen punya tempat make up yang kece. Mmmmm...yang lagi nge-hits di instagram (IG) itu loh, terbuat dari acrilyc. Setelah dicek, harganya bikin koprol rol depan rol belakang. Belum menjangkau kantong saya, putar otak lalu liat tumpukan kardus. Naaaah, mari kita asah daya pikir dan imajinasi liar kita! Modus, padahal ya gegara gak punya duit aja ding, jadi maksa bikin dari kerdus. Errrr...
Ini loh tempat make up yang lagi nge-hits di IG itu. Sumber inspirasi saya hihi.
http://www.themakeupboxshop.com/
Kira-kira begini langkah-langkah saya membuatnya. Makan waktu 5 jam + 2 jam injury time. Ehm, ini sambil makan, ke pasar, masak, ketiduran, ngobrol cantik, ngrasani dan lainnya :D
1) Siapkan alat dan bahan: kardus bekas, kertas kado, lem kertas biasa (yg lengket ya), penggaris, gunting, lakban.
2) Gambar pola balok untuk anak lacinya dengan ukuran sesuai kebutuhan, belom tau pola balok? Balik ke SD dulu gih, eh googling aja bisa kok :p
3) Gunting pola balok (tanpa tutup) yang telah digambar.
4)  Lakban bagian sudutnya supaya membentuk laci.
5) Rapikan, buat sebanyak yang diperlukan/diinginkan.
6) Buat lapisan luar atau selongsong laci, mengikuti bentuk laci.
7) Pastikan pas, gunting dan lakban dengan kuat.
8) Jangan lupa lapisan bagian samping, lakban seluruh sudut, bayangkan ini lemari kecil.

9) Lapisi dengan kertas kado, lem memakai lem kertas biasa.
10) Lapisi seluruhnya, hingga bagian dalam.
Jika perlu tambahkan pentolan atau sesuatu untuk menarik laci.

Taraaa! Sudah jadi, biarkan kering semalam atau setengah hari.

Masukkan harta karun kalian ke dalamnya. Tersenyumlah melihat karya kita sendiri yang tumben bermanfaat.

Yes, I'm well organized and proud of it!!! :D
Itu cara ala saya, lho. If you have another way to make it so feel free to apply!
Sekian, semoga bermanfaat. Mari produktif :)

Kamis, 19 Desember 2013

Random Post:Tahun ke 4 Perawatan Orto (Behel Cekat)

Diwwwh, saya lagi sedih. Postingan terakhir (MOTD, Make Up of The Day), yang sejatinya saya rancang sedemikian rupa hanya jadi seadanya saja. Padahal pengennya nggak cuma foto selfie yang buanyak noisenya kayak gitu. Mau bikin review kok ya males, ngefoto objeknya nge-blur terus! (emang dasar katrok nggak pernah bisa ngefoto).
Adek saya si Vivi sibuk sekali, jadi nggak bisa bantu foto. Mas Randy yang kemarin sempet ngebantuin foto buat postingan tutorial alis, review lipstick Revlon dan powder Make Over sekarang udah nggak ada, padahal suka banget sama hasil fotonya. Beliau (ehm, biar keliatan tua) sudah keterima kerja di salah satu service oil company ternama di dunia yang sebenernya nggak seberapa itu, jadi kulinya bule ciyeee :p *dadah dadah* *salam perdamaian*

Gimana sih rasanya pisah sama sesuatu/seseorang yang banyak ngebantu kamu? Sedih! Iya sedih loh, satu kata cukup untuk mendefinisikannya. Ini yang saya rasakan juga dengan behel gigi yang sudah menemani saya hampir 4 tahun ini.  Dokter gigi saya bilang, mungkin perawatan ini akan selesai 2 sampai 3 bulan ke depan. Okey... I should be happy then, finally almost 4 years!!! :’)
Tapi, tapi, tapi ada rasa takut loh. Bukan takut sakit atau apa, lebih ke gimana nanti ya ini gigi saya selanjutnya? Bakal relapse (kambuh, posisi gigi bergeser kembali seperti semula) nggak? Soalnya beberapa teman saya, kayak Ibing, Mas Randy, Vivin, mengalami relapse lho. Meskipun nggak parah sih, tapi sayang saja menurut saya. Udah ngelakuin banyak hal, mengeluarkan uang yang nggak sedikit eh kok balik seperti semula. Makannya, saya suka heran deh sama abege abege yang pengen banget dibehel tanpa ada masalah kesehatan yang mendasari.
Sekedar berbagi nih. Pakai ini akan membangun kebiasaan baru, membangun kekonsistenan. Jadi, pikir pikir pikir lagi ya, apakah keuntungan yang kamu dapat akan lebih besar dari ‘kesengsaraan’ yang bakal dilalui *eleuh-eleuhhh. Tulisan ini saya buat, untuk mereka yang berencana menjalani perawatan ortodontic (behel cekat) karena dulu saya mengalami kesusahan mendapatkan informasi mengenai perawatan ini, sebelum memutuskan ke dokter gigi. Untuk lebih jelasnya bisa bertanya  dan berkonsultasi langsung dengan ahli tentunya, tapi tidaklah salah jika ingin mengetahui gambaran kasarnya.

Alasan pasang, sama sekali bukan karena pengen dibilang gaul dikatain trendy biar tambah cakeup atau semacamnya. Coba kalian bayangkan kalau kalian mengalami hal di bawah ini:
1. Nggak bisa gigit makanan dengan gigi serimu, karena tidak bisa mengatup dengan sempurna. Tidak perlu sempurna sih sebenarnya, tapi ini buat gigit lombok aja nggak kepotong. Jadi kalo motong makanan langsung ke geraham samping.
2. Sembilan belas tahun tidur dengan keadaan agak ‘mangap’. Nggak parah juga sih, tapi kalo tidurnya miring ke samping jadi gampang banget ngiler :’)
3. Sering banget gigit lidah sendiri dan menguap dengan mandibula (rahang bawah) yang bunyi ‘krek’, serem parah -_-
4. Dipanggil-panggil bibir kasir gara-gara rahang bawah lebih maju dari pada rahang atas (kalo ini sih emang iya alasan estetika dan demi kesehatan batin). Gigi saya juga gingsul (yang katanya bikin manis tapi enggak menurut saya), berjejal dan banyak lubang.
Foto tahun 2009 sama adek saya. Rahang depan masih gak keruan.

Setelah konsultasi ke dokter gigi, tanya temen yang make dan browsing sana sini tanpa hasil, akhirnya saya memutuskan untuk memakainya. Seharusnya sih, minimal kalian akan menjalani tahap cetak gigi, rotgen (ini perlu banget), pencabutan gigi (tergantung kasus), pembersihan gigi (scaling/tambal), pemasangan pesawat orto.
Apa yang saya jalani dari awal dan selama hampir 4 tahun menjalani perawatan orto:
1. Pencabutan gigi. Empat gigi premolar untuk memberi ruang pada rahang agar gigi saya bisa bergeser rapi. Rasanya? Lumayan lah bikin nangis-nangis setelah efek biusnya habis. Biaya 75-150rb per gigi. Oh iya, kalo banyak lubang harus ditambal dulu dan scaling (membersihkan karang gigi).
2. Kontrol! Setiap 3 atau 4 minggu sekali. Kadang juga kalo lepas bracket-nya harus langsung kontrol. Biaya yang dihabiskan sekitar 50-100rb, tergantung kesepakatan awal. Kadang bisa maleees banget, kadang rajin banget, jangan sampe gugur di tahap ini. Pokoknya dibela-belain deh, meski KKN di ujung sana harus disempetin ke Jogja buat sekadar kontrol.
3. Gusi sering bengkak, berdarah atau sariawan. Memang ini hal-hal dasar yang harusnya dimengerti ya. Gusi sering bengkak/berdarah bisa saja karena tidak maksimal dalam membersihkan sisa makanan yang masih terselip di kawat/bracket. Sariawan, mungkin karena gesekan benda asing baru di mukosa mulut bahkan saya juga sempet ada kista karena pemakaian behel ini.
4. Sakit! Iya habis kontrol emang sakit, gaya tarik dari pesawat orto yang kita pakai kembali maksimal kemudian menggeser dan mendorong gigi. Jadi males makan, iya tapi cuma sehari sampai tiga hari. Jadi siapa bilang pake behel bikin kurus? Nggak logis sama sekaleee, setelah sakit akibat awal kontrol ilang nafsu makan bertambah 896x lipat.
5. Gigi sensitif. Gigi jadi sensitif banget, mungkin karena gusi yang bergeser jadi gigi bagian bawah akar jadi lebih terbuka. Mau nggak mau harus pake sikat dan pasta gigi khusus buat gigi sensitif.
6. Gigi kuning. Ini subyektif sih ya, tapi makin ke sini perawatan kok gigi saya makin kuning. Entah perasaan saya saja atau emang bener. Ini menginspirasi saya bikin selfquote “Nggakpapa gigi kuning, yang penting hatinya putih”. Emang hatinya putih juga? #embuh #prek
Dua dari empat gigi yang dicabut.
Awal pemasangan, masih susah banget mingkem.
Foto gaya ababil pake behel -_-

Jangan parno dulu, kalo kata orang setelah mendung dan hujan badai pasti ada pelangi yang muncul (ndakyo?). Saya juga merasakan perubahan yang signifikan di struktur gigi saya sekarang.
1. Gingsul dan gigi yang berjejal saya sudah hilang sejak 4bulan perawatan.
2. Rahang bawah (mandibula) sudah tidak membalap rahang atas saya, struktur muka jadi lebih bagus.
3. Oklusi, gigi seri atas dan bawah saya sudah bisa tertutup sempurna. Bisa buat motong lombok, tahu, dan lauk-lauk yang nyuuum :p
4. Jarang banget tidur dengan pose mangap. Saat menguap tidak ada bunyi ‘krek’ lagi dari rahang.
5. Jadi rajin sikat gigi, karena nggak mungkin bisa tidur sebelum sikat gigi. Jadi rajin minum air putih, karena pasti kumur-kumur air putih setelah makan dan saya telan dong, huahahhaha jorok! :D
Dua tahun perawatan, dulu pakai bracket back tanpa karet.
Tiga tahun perawatan, oklusi sudah bagus bisa nutup rahangnya :D
Selamat tinggal bibir kasir. Kalo nguap nggak sakit lagi dagunya~

Tips: jangan pernah tergiur perawatan orto yang dilakukan bukan oleh ahlinya (seperti ahli gigi, pasang behel online). Hal ini seharusnya dilakukan oleh ortodontist (dokter gigi yang sudah menempuh pendidikan spesialis orto). Namun banyak kasus di Indonesia, doker gigi yang memasang pesawat orto cekat adalah dokter gigi yang menjalani pelatihan orto saja bukan yang berpendidikan spesialis. Nah ini saya belum tau deh undang-undangnya kayak gimana.
Saya sendiri dipasang oleh residen orto (dokter gigi yang sedang menempuh pendidikan orto) di RSGM FKG UGM. Nggak khawatir sih, soalnya mereka juga konsul sama spesialis orto dan sudah berkompeten walaupun di bawah pengawasan. Untuk kasus yang sangat berat dan memang butuh penanganan yang cepat memang lebih baik ke spesialis ya ^^

Kira-kira itu yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat deh. Soalnya dulu temen-temen saya suka pelit ngomong kalo ditanya-tanya soal pasang behel cekat dimana, diapain aja, enak nggak, gimana perubahannya. Entah mungkin males cerita atau malu dianggap pamer. Padahal kan sharing is caring :D

Minggu, 15 Desember 2013

Late Post: Kenangan 3 SKS

“AAAAARRGGHHHH!!! LPPM EMANG BRENGS*K!” setelah saya teriak kalimat ini saya pun istighfar, baca syahadat ayat kursi. Teriakan ini saya kumandangkan sekitar awal Mei 2013 kemarin. Perasaan campur aduk, gara-gara buka akun saya di website KKN LPPM UGM dan di layar tertera “Silakan lakukan GT (General Test) ulang tanggal 4-6 Mei.” Saya merasa menjadi mahasiswa tergoblok sedunia, sampai GT KKN aja harus ngulang (padahal ngerjainnya udah dibantu 3 orang teman saya bhahaha). Tambah parah lagi, siangnya saya dapat pengumuman saya remedi 6 skill dari 25 skill ujian komprehensif akhir. Beneran neraka deh, kalo kata Om Indro Warkop.
Bukan Puteri namanya, kalo menye-menye cuman gara-gara beginian doang. Habis liat pengumuman GT ulang, saya langsung berangkat karaokean sama Bimo, Olive dan Dana dilanjut makan besar traktiran ultah Bimo di Bungong Jeumpa. Padahal, otak saya udah hampir mengepul tuh campur aduk antara remedi ujian kompre skills yang bejibun, skripsi tak kunjung ada kabarnya, persiapan skoring TOEFL dan ditambah remedi GT. Ya ampun cyinskiii~
Tapi... itu dulu, 6 bulan yang lalu. Sekarang saya udah melewati babak kritis kehidupan, udah pendadaran, wisuda, KKN ceria, saatnya memasuki dunia keras. Dunia orang dewasa yang saya sebut, stase profesi. Kalo boleh mengeluh, mungkin nggak akan ada habisnya. Mendingan saya mengenang jalan yang terjal yang harus saya lalui untuk bisa masuk stase profesi di rumah sakit ini. Banyak peristiwa, banyak dukungan, banyak doa dan banyak teman yang saya tak bisa ceritakan semua. Semuanya terekam di pangkal hati.
Yang terkenang sangat spesial di hati dan benak saya, salah satunya Kuliah Kerja Nyata (KKN) dua bulan kemarin. Halaman ini bakalan panjang banget kalo cuma buat nyeritain betapa serunya KKN saya. Ya... meskipun subyektif, tapi saya yakin orang dekat di sekeliling saya merasakan aura kebahagiaan dan kerinduan yang sama jika mengenangnya. Indahnya saya ingin ceritakan di sini :)

Unit GK-05 Desa Kanigoro
Pertama dapet Unit ini, saya senang! Saya satu unit dengan sahabat bagai kepompong saya, si Oliv. Ternyata ada Anita dan Laila yang juga teman sejurusan saya. Huwa asik-asik. Setelah pembekalan pertama di Fakultas Filsafat, euforia ini mulai berkurang. Eh kok garing, eh kok anaknya diem-diem, eh kok tema programnya saya nggak ngerti dan.....eh kok nggak ada yang ganteng?! (ini intinya). Makin kaget lagi setelah survey pertama, kami satu unit datang ke pak lurah. Nah, katanya deket pantai lha kok ternyata masuk-masuk dan off-road banget medannya. Jalanan ini konon di sebut jalanan iwak peyek (karena bener-bener nggak rata kayak rempeyek, oh God). Saya pun sedih dan pamit cepat, males ah males banget! Mending persiapin diri buat nonton gigs anak BeKaGe yang ada ERKnya ntarsore.
Pengen tau banget nggak jalannya kayak apa? Kayak lintasan motor trail gini lah, naik turun masyaallah kayak wahana dunia akhirat! :3
Kira-kira seperti ini offroadnya. Hampir seluruh jalan menuju 3 dusun kayak gini. Wohooo~

Subunit Gebang
Tibalah saya di pembagian kecil dari unit, yaitu subunit. Entah kenapa saya lebih bisa tersenyum setelah ada pembagian subunit. Ternyata setelah survey ke dua, saya mendapati pondokan yang saya tinggali berada di pinggir jalan menuju pantai. Dusun pesisir seperti yang pernah saya ceritakan di tulisan sebelumnya. Ditambah survey ke dua ini saya nggak sendirian lagi, nggak naik motor nglewatin bukit-bukit offroad, plus saya menemukan beberapa teman yang obrolannya asik. Nggak semua garing seperti yang saya kira. Kata orang, tak kenal maka tak sayang... Kalo udah terlanjur kenal, ati-ati ntar jadi sayang. *hokyaaa

Pondokan, Pak Siran dan Bu Sitin, Bocil-bocil dan Pemuda Gebang
Subunit Gebang punya pondokan yang adem, bersih, luas dengan akses memadai. Bapak Ibu angkat kami di sini bernama Pak Siran dan Bu Sitin, selaku ketua RT 02 *cmiiw.  Hampir tidak ada celah bagi pikiran dan bibir saya untuk mengucap kejelekan dari semua ini. Alhamdulillah pondokan sepaket dengan bapak ibu, adalah hal yang mampu membuat saya terus menerus mengucap rasa syukur. Bapak ibu sangat baik dan pengertian, masakan juga enak terutama sambalnya, nyuuuum! Bahkan saya dan Septi sering kena marah kalo pulang lewat maghrib atau keluar tanpa pamit. Begitu pedulinya mereka dengan kami :’)
Pondokan Gebang tersayang. Pondokan paling gaul akses ternyaman menuju pantai. Bapak Ibu pondokan yang ahhh <3
Di ruang tamu pondokan. Bapak Ibuuuk <3
Waktu perpisahan dengan Pak Dukuh dan perangkat dusun.

Anak-anak di sini juga sangat menyenangkan. Guyon segar dari para bocah desa, permainan kartu UNO bersama mereka, lomba 17an, belajar bersama dan masih banyak lagi. Pemuda Gebang juga ramah (rajin menjamah?) bukan, maksutnya mereka rajin menyapa kita dan begitu juga sebaliknya. Ya meskipun beberapa kali saya digodain *syaelaaah* sama bendes-bendes Gebang yang entah namanya siapa. Coba mereka kenalan gitu ya? Gak cuma siul-siul panggil-panggil, ehm. #agresip
Bocil-bocil Gebang saat H-1 penarikan.
Trus...trus... saya juga punya keluarga kecil baru, anak angkatnya Pak Siran dan Bu Sitin. Ya kami semua anggota subunit Gebang. Mulai dari yang paling muda ke tua ya! #Sensitif #MasalahUmur
Ada Adit sebagai kormasit (koordinator subunit), Dian sebagai kormater (koordinator cluster) agro, Septi (pentolan cluster saintek), Mila (ketua Kanigoro Expo), Ajeng (anak sos-hum merangkap sebagai ibu anak2 pondokan), dan saya Puteri (kormanut, pengangguran imut, tukang jalan-jalan, anggota hore-hore, jamaah manutiah). Saya rasani satu-satu di sini deh ya. Oke, siap-siap GR.

Adit
Say Hello to Adit... Pemuda lampung kelahiran tahun 1993. Ini dia kormasit yang sante abis, tapi bisa ngatur anggota dengan baik. Di luar jabatan fungsionalnya *etdah, saya masih memandang Adit adalah cowok yang masih manja, suka banget bangun siang padahal tidur paling awal, jijik-an sama sesuatu, suka nyuruh-nyuruh seenak jidat -_-, punya segudang film drama romantis di laptop, pokoknya berondong abeees hahaha. Dia adalah driver terbaik saya, kemana-mana apalagi kalo jauh saya selalu dibonceng Adit. Enak bawa motornya, nggak pernah ngebut tapi nggak lelet juga. Dit kamu berbakat jadi tukang ojek deh. Dia ini blak-blak-an banget kalo bilang bedak saya ketebelan, celana saya norak, ngaaah. Yang paling menarik adalah kisah cintanya yang duh ileh, FTV banget ;p
Ini saya dan Adit. Cocok nggak? Ada yg jeles nggak nih? #eaaa
Rahardian (Dian)
Bisa dibilang, Rahardian atau yang kerap dipanggil Dian ini adalah humas subunit kami. Untuk urusan eksternal dia suka banget kumpul, srawung atau sekedar mampir ke tetangga-tetangga dusun Gebang. Dian juga yang bikin kita deket sama pemuda dan karang tarunanya. Wajar sih, dia golongan darah O (njuk?), aseli wonosari, suka banget sama pantai. Menjiwai banget lah buat KKN di sini. Dian juga ngebantu banget soal dokumentasi programnya (makasih canon 1000D nya Dian! Haha), well organized banget selalu bantu kita soal K1 dan laporan-laporan, yeah I’m so that lucky to be here with you. Setelah capek mbribik sana-sini akhirnya dia dapet kekasih hati dari KKN ini, selamet ya yan udah dapet Mila. Ahahahah cinlok uhuy :p
Mereka berdua kerjaannya foto ala prewed terus setelah jadian.
Untung udah minggu-minggu terakhir! Kasian yg jombloooh :p
Septi
Selain gendut, beberapa kata lain yang bisa mendefinisikan Septi adalah... kalem, rajin, pintar, suka makan. Saya belum pernah lho ketemu cewek sekalem Septi, yang nggak pernah sekali pun misuh (mengumpat). Tutur katanya halus dan pelan, sepelan kecepatannya ketika naik motor yang nggak pernah lebih dari 40km/jam. Septi rajin banget, banyak program KKN-nya yang menurut saya berguna untuk warga dusun. Dia suka banget makan, ngemil, masak juga pinter, suka ngasih wejangan-wejangan yang bagi saya ‘quote of the day’. Thanks Septi, you are Angel trapped in a big body :))
Oh ya Septi ini paling nggak pernah pake make up. Sekalipun bedak, dia nggak pake. Dia heran sama saya dan Mila yang lumayan rempong pake segala bedak lipen pelembab. Akhirnya kita nasehatin dia pentingnya ngrawat wajah dan bibir, pentingnya pake make up besok pas kerja apalagi dia calon arsitek yang pasti ketemu banyak klien. Daaaan! Racun! Diam-diam si Septi beli bedak tabur Marks shade rose dan lipbalm strawberry Nivea dong, di Alfamart Trowono! Saya, Mila, Ajeng cekikikan. Ih Septi bisa diracunin jugak :’)
Liat, di foto ini Septi pake loose powder Marks sama lip balm Nivea nya! Ahihi cantik :3
Mila
Mila... hmm partner kerdus (kerudung dusta) saya di pondokan hahaha. Cocok banget sama saya deh, suka pake produk kosmetik yang merknya sama’an, pake kacamata juga, anaknya candu sama twitter juga, rapih juga. Bedanya Mila itu putih kulitnya, kalo  saya agak cokelat sawo kematengan gimana gitu. Dia mirip adek saya Vivi, yang kadang suka menyendiri dan hati-hati banget sama cowok sampe dibilang galak. Pemuda-pemudi desa sering salah manggil Mila dengan sebutan ‘Mbak Puteri...” emang kita mirip ya ya ya ya kaaaan Mil? :3
Mirip kan? #UdahIyainAjaa
Ajeng
Nah ini nih ketua mak rempong, yang bikin pondokan jadi berwarna. Dia nih baik banget lho, hampir 70% barang-barang vital keperluan pondokan dibawain sama dia, superwoman! Mbak Ajeng, saya sih panggilnya Ajeng aja biar dia nggak berasa tua bhahaha *dikepruk. Ajeng itu mandiri, dewasa banget anaknya, suka ngalah, rajin, ngasih nasihat dan kalo udah ngecengin orang... buset bisa bikin mati kutu sampe pipi keram deh. Walopun dia dewasa, kalo udah galau bisa termehek-mehek banget. Kita sepondokan Gebang selalu berdoa semoga Ajeng dapet jodoh yang baik dan enggak galau termehek-mehek lagi. Amiiin :)
Wanita tegar gebang 2013! Setrooong dan setreees! x)
Mas Ditri dan Ajeng sedang berusaha mengubur saya hidup-hidup karena
memergoki mereka sedang melakukan perbuatan tak senonoh wkwkkwwk :p

Rutinitas baru yang berlalu, terkenang
Rutinitas yang saya rindukan, piket sendirian (karena Dian males banget kalo disuruh cuci piring -_-).  Nyiapin es buah buat buka, bareng-bareng. Shoping ke Alfamart bareng entah cari apa. Rapat evaluasi satu pondokan. Iya, rapat evaluasi berujung curhat hihiihiii. Tea time! Ngeteh dan ngemil bareng pagi hari atau setelah buka puasa. Cerita-cerita, kepo-kepo hape, curcol-curcol, bully-bully-an di grup whats app. HAHA :D
Gapura buatan kita featuring pemuda desa, #kebalik. Bagus khaaan~
Saat traktiran pengumuman kelulusan saya. Ini yang nraktir malah suruh ngefoto juga coba, tega t.t
Cuma di sana saya bisa lihat sunrise dengan deburan ombak laut, bener-bener dari jam setengah lima pagi. Pas udara dingin sangat kental menusuk. Cuma di sini saya bisa liat sunset dengan pose glesotan, sambil menunggu berbuka puasa pula. Baru kali ini saya tau, bintang paling terang yang paling pertama muncul ketika matahari tenggelam itu, Venus. Saya bisa benar-benar takjub liat gradasi warna hangatnya langit sore. Silaunya matahari tenggelam di sawah deket Swaka Margasatwa. Semua terekam jelas di ingatan, nggak akan terhapus :D
Setelah saur, kita ke sini. Pake piyama ke pantai, kapan lagi broh!
Main bola di pantai sepi yang serasa cuma kita sendiri yang punya. Hore saya jadi striker loh ngegoal-in pula! :D
Kita bisa ngikut nelayan yang pagi-pagi melaut. Iya, naik ke perahu mereka! x)

The most unforgotable things (but couldn’t be mentioned) here... Banyak! Mungkin saya nggak bisa atau nggak boleh sebutin di sini. Cukup saya sebutin dalam hati dan pikiran saya saja. Mungkin, ucapan terimakasih terlalu dangkal untuk membalas semua kebaikan yang pernah saya terima. Semua cerita, semua bumbu masalah dan kerikil kecil, semoga bisa jadi suplemen untuk naik ke level kedewasaan kita berikutnya.
Sampai jumpa di lain waktu, keluarga baru saya :")

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...