Sabtu, 11 Desember 2021

Kontemplasi tentang Hidup

​Akhir-akhir ini saya mendengar begitu banyak berita duka. Sepasang publik figur yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas, teman kerja yang sakit tiba-tiba, kasus bunuh diri seorang mahasiswa dan beberapa lainnya. Berita tersebut membuat pikiran saya terbang jauh ke mana-mana. Salah satunya tentang makna hidup, tentang agama dan alam setelah kematian. 

Saya memandang kematian berbeda di umur sekarang. Umur 30 tahun, dengan keluarga kecil terdiri dari suami dan dua anak kecil. Buru-buru saya diskusi dengan suami tentang rencana memilih asuransi jiwa murni yang lalu sempat terbengkalai. Mengecek legalitas sertifikat beberapa aset, yah sebagai pertanggungjawaban kami sebagai orang tua.

Sempat ngelamun pas dibonceng perjalanan melewati pemakaman. How will the life after the death. Who knows? Semua manusia berakhir di sana. Hal remeh temeh yang saya keluhkan di detik-detik kehidupan, relasi dan konflik dengan manusia lain, bermacam emosi yang saya dapat rasakan sekarang… akan hilang, hitam tidak akan kembali dan entah.

Saya juga sering membayangkan perpisahan dengan orang tua, pasangan, bahkan anak. Bahkan ketika saya belum pernah melalui itu semua, air mata saya jatuh. Buru-buru saya usap dan bangun dari imaji. Agnostik? Pesimis? Depresif?

Kamis, 14 November 2019

TIPS LOLOS CPNS! (The most googled words nowadays)

Akhir-akhir ini ada beberapa temen yg kirim privat message ke aku, baik di whatsapp maupun instagram tanya tentang gimana pengalaman pas ikut tes CPNS lalu. Kayaknya dari dulu kepikiran mulu tapi nggak ketulis-tulis juga di blog. Nulis sekarang belum telat kan ya...hehe

Aku nggak akan menjelaskan tahapan seleksi CPNS secara rinci karena sebagian besar sudah bisa dicari by googling atau baca buku. Kalau kamu belum sampe pada tahap memahami apa-apa saja seleksi yg sekiranya akan kamu hadapi, ada baiknya untuk stop baca ini, lalu close page. Menurutku, kalau kamu belum tahu sampe tahapan itu berarti belum ada niat apalagi usaha yg mumpuni. Galak ya, iya! Soalnya segitu rendahnya niat baca, masa cita-cita setinggi langit. Maaf silakan tersinggung :D
Daripada tersinggung atau dongkol yg ndak guna, silakang googling dulu gambaran tahapan seleksi CPNS dan beli/ baca bukunya.

Tips 1: INFO SUMBER PRIMER
Pastikan mengakses sumber informasi dari sumber primer. Apa'an tuh sumber primer? Maksutnya, selalu cek dari web resmi penyelenggara seperti sscn atau sscasn sekarang katanya dan website masing-masing instansi yg membuka lowongan (biasanya diakhiri dg go.id). Dapet pesan forward file pdf pengumuman dari temen? Boleh. Dapet info dari akun non resmi di sosmed? Boleh. Asaaaal selalu kroscek lagi ke sumber primer tadi, sama atau nggak. Kalau sama, sok atuh lah...Monggo gas wae.
Kenapa sih ribet banget musti kroscek ini anu ini anu. Hallawww milenials, di tahun 2019 kamu masih ketipu hoax dan info simpang siur? Banyak korbannya. Jangan jadi salah satunya ya! Bayangin ya satu file yg mungkin bisa direkayasa oleh orang yg nggak bertanggungjawab terus diforward ratusan kali oleh pengguna sosmed yg kurang kritis. Nanti kalau ditipu, diperas, dirugikan, salah siapa? Mikir dong *toyor jidat sendiri

Tips 2: BACA DAN TELITI
Baca secara detail pengumuman dan jadwal. Setiap instansi yg membuka lowongan CPNS, punya syarat tersendiri untuk masing-masing formasi. Setiap syarat dibunyikan rinci di pengumuman surat edaran beserta jadwalnya. Jika ada satu saja syarat yg tidak dipenuhi, jangan harap lolos tahapan awal administrasi... atau di beberapa kasus, panitia bisa khilaf meloloskan bahkan pada tahap akhir tapi ketika pemberkasan tidak lolos karena tidak sesuai persyaratan awal. Nyesek ya udah hampir dapet SK terus dibatalin? Lha gimana sih, salah sendiri nekat :)
Baca lagi formasi secara teliti, bandingkan jumlah formasi yang dibutuhkan dengan perkiraan saingan. Apalagi jurusan-jurusan yg banyak dibutuhkan di beberapa formasi seperti hukum, ekonomi, dll. Kalau jurusan keguruan dan kesehatan biasanya formasinya sudah sangat mengerucut. Satu lagi, pahami betul timeline jadwal dan persiapkan. Apalagi kalau kita bukan freshgraduate (masih jadi pekerja lain yg mau lompat jadi CPNS) perkirakan kita butuh cuti berapa hari, mau minta izin kapan ke atasan, dst. 

TIPS 3: BELAJAR
Kalau sudah lolos administrasi, silakan persiapan ke tahap selanjutnya yaitu TKD/SKD (Tes/Seleksi Kompetensi Dasar). Ada passing grade minimal yg wajib dipenuhi untuk lolos ke tahap selanjutnya. Karena sistem pada tahapan SKD ini adalah sistem gugur dan perangkingan, dapatkan nilai setinggi mungkin di atas batas passing grade. Caranya: belajar. Udah itu aja, gimana sih kayak nggak ada tips lain aja :') tapi caranya cuma itu memang.
Belajar, aku saranin dari buku aja. Boleh beli buku fisik atau akses playbook, boleh juga ke gramedia digital. Kenapa nggak dari hasil googling aja gitu dikumpulin, boleh boleh aja kalo ada waktu untuk meng-arrange dengan sistematis. Kenapa buku? Karena isinya sistematis dan bank soalnya tertata, ada kunci dan pembahasan. Kadang kalo cuma comot-comot dari blogspot jadi riweh dan pusing. Aku nggak ada rekomendasi buku mana yg bagus, semua bagus asal dibaca. Buku yg buagus juga kalau nggak dibaca, percuma.
Next, udah lolos SKD? Ya belajar lagi persiapan untuk tahap selanjutnya, misal SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) yaelah belajar muluuu muag yah :)))
screencapture aplikasi gramedia digital di gawai android

TIPS 4: LATIHAN WAWANCARA
Yang paling aku suka pas cari kerja ya cuma tahap ini, wawancara akhir. Biasanya sama user ya kalau perusahaan, kalau CPNS biasanya sm pejabat eselon 2 atau 3. Menurutku nilai wawancara ini sangat bisa mendongkrak nilai total keseluruhan pada waktu perangkingan akhir. Padahal wawancara ini subyektif lho dibandingkan tahapan tes sebelumnya meskipun sudah ada patokan penilaian dari pusat misal. Justru karena tingginya subyektifitas tahap ini kita harus impresif, gimana caranya pewawancara terkesima sama kita. Apasih yg bikin kita patut dia pilih? Gimana cara membawa diri kita supaya kelihatan meyakinkan. Tentunya dengan cara yg alus dan nggak keliatan naif gombal klise. Kayaknya nanti aku bakal nulis post tersendiri soal ini. Soalnya dulu aku pernah dapet ilmu dari Mister Vian waktu ambil kelas di Elfast Pare, Jatim. Masih inget banget poin-poin yg beliau ajarkan belum pernah ada di hasil pencarian internet mana pun. Penasaran nggak? Semangatin aku dong buat nulis hahahha :D

TIPS 5: JADI WONG BEJO (beruntung)
Gila ini tips apasih... tapi beneran aku serius nulis ini. Bayangkan ribuan orang bahkan daftar untuk formasi yg seuprit biasanya berapa puluh atau berapa ekor. Ribuan orang itu di antaranya yg sudah lolos tahap SKD yg sudah pasti belajar... masih ratusan sisanya, mereka semua belajar juga lah (jangan percaya kalau mereka bilang nggak belajar, trust me) Kalau usaha udah sama-sama maksimal ya tinggal kuat-kuatan doa. Kadang kompetisi berat kek gini nggak bisa pakai logic ya. Jangan lupa selalu tanamkan untuk berpikir 'nothing to lose' supaya ambisimu nggak bikin kamu jadi depresi berat ketika gagal.
Minta doa dari orang tua, terutama ibu. Inget-inget juga sama orang yg pernah sengaja kita sakiti minta maaflah (tapi kalau orangnya emang resek dan kampret yasudah doain aja wkkwkw), kalo nggak sengaja kita sakiti kan kita pasti nggak sadar tuh..minta maafnya sama Tuhan dulu (bagi yg beragama). Buset kenapa gue jadi mamadedeh gini, Tapi sekali lagi, rezeki datang bukan cuma lewat jalan jadi PNS ya. Apapun pekerjaan kita yg membedakan hanya cara menjemput rezekiNya. Coba bilang setuju dulu~

FAQ
Q: Perlu gaksih ikut kursus online/ bimbel khusus gitu?
A: Bisa perlu, bisa nggak. Liat dulu kemampuan dari segi waktu dan uang, misal. Kalau lagi kerja dan nggak bisa ikut kursus drilling gitu ya nggak kudu ikut kan. Bisa banget untuk belajar di rumah, baca sendiri manajemen waktu sendiri. Kalau nggak punya duit buat kursus/bimbel kenapa harus memaksakan? Ada banyak pilihan lain untuk belajar dari cuma sekedar googling bank soal atau beli buku under 100K. Kalau tersedia waktu dan dana, mau ikut ya silakan...bole bole saja.

Q: Bayar/nyogok nggak biar lolos CPNS? Bisa dibantu orang dalem?
A: Sisa satu dua orang sih yg tanya gini. Aku yakin di era reformasi birokrasi ini masyarakat sudah lebih percaya pada pemerintah, termasuk perekrutan CPNS yg bersih dan akuntabel. Mungkin masih ada oknum, tapi sudah susah sekali untuk tes awal aja sudah dites metode CBT (Computer Based Test) terkoneksi dengan pusat secara realtime dan perankingan transparan. Jawabanku: nggak ya, nol rupiah, tidak sepeser pun.

Q: Mbak PNS apa, di mana? Penempatan udah jelas atau selindo?
A: Kebetulan aku PNS di lingkup Kementrian Hukum dan HAM. PNS Pusat, penempatan di UPT Lembaga Pemasyarakatan karena aku formasi perawat s1/ners. Penempatan selindo karena pada waktu pembukaan formasi tidak spesifik satu formasi di UPT mana. Kalau formasi PNS Daerah biasanya sudah spesifik, bisa pilih formasi di UPT mana/penempatan mana dari awal. Cuma ya gitu, seuprit banget biasanya cuma hitungan jari formasinya. PNS Pusat pun ada yg formasinya sudah spesifik. Itulah pentingnya membaca pengumuman secara detail dari sumber primer.

Q: Berapa gaji PNS? Dapet apa aja?
A: Gaji PNS sudah diatur perpres, selindo sama kok berdasar pangkat golongan dan masa kerja. Komponen lain yg aku dapet seperti tunjangan kinerja/remunerasi dan uang makan. Untuk komponen bisa berbeda satu dengan yg lain untuk PNS di kementrian lain atau PNS Daerah. PNS Daerah misalnya nggak dapat uang makan (CMIIW), nggak ada tunjangan kinerja tapi dapat jasa pelayanan (contoh untuk perawat yg kerja di RS/ Puskesmas). Kalau masih CPNS dapet gaji tapi belum full, aturannya 80%.
Semua sudah diatur dalam perundang-undangan. Kalau aku di lingkupku diatur dengan Permenkumham nomor sekian ttg Tunjangan Kinerja...dll, untuk PNS Daerah diatur dalam Peraturan Gubernur/ Bupati. Cari info sebanyak-banyaknya, apalagi kalau keluarga atau temennya ada yg PNS juga. 

Ada FAQ lain yg belom terjawab? Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar, semoga saya bisa membantu. Quote terakhir--- Wong pinter kalah karo wong bejo. Nanging paling becik dadi wong pinter sing bejo! (Orang pintar kalah dengan orang yg beruntung. Namun paling enak itu jadi orang pinter yg beruntung). Jangan cuma berharap jadi wong bejo yuk sinau sek lur...

Kamis, 07 November 2019

Layangan Putus, Katarsis dan Netizen.

Lagi viral kisah "Layangan Putus". Aku menanggapi fenomena ini sebagai hal yg epic. Bagaimana seorang penyintas cobaan hidup bisa berusaha waras dengan menulis sebagai media katarsis. Berakhir tulisannya begitu viral di dunia maya karena tingginya simpati dan emosional dari netizen.
Menurutku, menulis itu menyenangkan. Banyak hal-hal yg nggak bisa tuntas dengan berdiskusi. Apalagi jika lawan diskusi kita punya tendensi tertentu... jadi lebih rentan dipotong, disela, dihakimi, tanpa mereka mencoba pengerti apa pikiran dan persepsi yg ingin kita jelaskan.
Menulis, memberiku kesempatan untuk merasakan kenyamanan berbeda untuk mengungkapkan sesuatu. Tanpa perlu mengucapkan berkali-kali, tanpa perlu ditanyai hal-hal yg seringkali ditujukan untuk membantah pemikiran kita. It'll be like "gini loh pemikiranku, aku nggak butuh dibantah dicela dihakimi." That's all. Kelar!
Stressor hidup silih berganti. Kalau pas SD ulangan matematika aja bikin perut mules melilit pusing mual muntah, jadi stressor terberat kala itu. Iyaloh, sejak SD aja aku sudah psikosomatis. Apalagi sekarang, sudah dewasa dengan keluarga sendiri dan pekerjaan baru. Dibilang psikosomatis, ya nggak tau juga karena ada beberapa penyakit yg sering hinggap ketika banyak stressor. Lisan boleh berucap, aku nggak mikirin kok dibawa santai ajalah ngapain stress. Tapi stressor sudah autorunning di otak yg mungkin berimbas pada ketahanan fisik.
Kadang kita nggak perlu nasehat atau penghakiman dari orang lain. Cukup dengan didengarkan, dipahami, dimengerti kondisinya maka permasalahan itu sudah terselesaikan di sudut penyintas. Sesederhana meluapkan perasaan tanpa dinilai apa-apa. Setuju?

Rabu, 11 September 2019

BREASTFEEDING! The journey, still goes on..


Sudah hampir 9 bulan aku berkutat dengan dunia perTETEK-an, bahasa sopannya… menyusui. Nggak pernah kebayang kalo nyusuin bayi itu seribet itu di jaman milenial ini. Ribet dalam perspektif ku aja kali ya. Padahal aku ini working mom dengan workload yg nggak berat, berangkat nggak subuh banget dan pulang siang istirahat, jam 15.00 balik dari kantor. Tapi ternyata every mom has their own battle. Setiap emak punya dramanya sendiri!
Bikin tulisan ini bukan untuk menghakimi para ibu yg sudah lelah berjuang hamil, melahirkan (yg menurutku ini nggak mudah sama sekali) kemudian dihadapkan kepada penilaian judgmental orang-orang (yg belum tentu berkompeten) soal ASI or formula, direct breastfeeding or exclusive pumping and so on… Ingin sekali berbagi pengalaman person to person, yg mungkin di dalamnya ada yg mengalami hal yg mirip-mirip dan bisa dapet jalan keluar akhirnya. Meskipun tulisan ini personal, aku usahakan untuk share sumber primer yg berbasis ilmiah. Aku bikin ala-ala Q & A (tanya jawab) biar ringkes, padat dan jelas.

Q: Apa aja yg harus dipersiapkan untuk masa menyusui?
A:
Aku bagi jadi 3 yaitu- KNOWLEDGE, MENTAL, MATERIAL
Knowledge: sepenting itu pengetahuan berpengaruh dalam proses menyusui menurutku, jadi harus aku tempatkan jadi yg PERTAMA.. karena menjadi dasar untuk yg selanjutnya yaitu->
Mental: ketika sudah dibekali pengetahuan, pasti ibu akan lebih percaya diri, tenang dan yakin ketika awal proses menyusi. Kenapa awal? Karena ini lah titik terberat walopun setelahnya yaitu maintaining & sustaining yg juga nggak mudah.
Materi: sudah tau ilmunya, pasti juga tau apa-apa keperluan yg dibutuhkan. Paling krusial menurutku yaitu POMPA ASI, media ASIP, kulkas/tempat penyimpanan ASIP. Tapi nggak saklek juga, ada ibu yg sudah pintar memerah pakai tangan atau teknik “marmet” bahkan tidak membutuhkan alat sama sekali. Jadi kebutuhan ini sangat-sangat personal. Kalo aku sih belom pernah bisa dan sudah menyerah untuk memerah pakai tangan. Suerrr angkat jempol tangan, jempol kaki, jempol tetangga juga deh buat yg menguasai teknik tsb, aku padamu :*
Untuk knowledge aku nggak sempat untuk akses jurnal ilmiah walopun cuma sekadar baca abstrak. Ada sih beberapa tapi bisa dihitung jari, kecuali jika ada hal yg ambigu atau meragukan bagiku baru cari jurnalnya. Keseluruhan informasi aku dapet dari:
  • 2 Buku nya dr. Meta Hanindita, Sp.A(K) Mommyclopedia: Panduan Lengkap Merawat Bayi (0-1 Tahun) & Tanya-Jawab Tentang Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak
  • Akun instagram informative seperti @asiku.banyak @legendairymilk @takingcarababies (walopun mereka jualan, tapi informative jangan lupa tetep saring yaaa). Thanks to social media, aku bisa dapet buanyak banget ilmu, setelah bersih-bersih following dari akun selebgram/ artis yg kerjaannya kalo ngga pamer ya endorsan, LOL
  • Terakhir website kellymom.com, whattoexpect.com, yg menurutku acuan pustaka dari artikel-artikel mereka kredibel, relevan dan ilmiah. Kana da tuh ditulis notesnya semacem daftar pustaka, sumber dari tulisan mereka jurnal/penelitian apa aja
  • Kalo sudah tau sumber-sumber ilmu yg bagus, jangan lupa diBACA! Bukan cuma dianggurin yha.


Q: Gimana pengalaman awal-awal nyusuin Yudis dulu, langsung deres apa gimana?
A:
Engga, pasti nggak langsung pinter nyusu lah bayi baru lahir tu. Baik bayi maupun ibu sama-sama belajar. Puting lecet, payudara bengkak, badan pegel karena salah posisi, hal-hal itu biasa dalam proses awal, tapi yang terpenting tetep cari sumber kredibel dan terus BACA kalo ada yg dibingungin. Balik lagi kan sama penekananku soal baca.
Flash back pengalamanku, Yudis lahir jam 19.00 itu nggak dikasih Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sama dokter & bidannya dan aku juga kurang proaktif karena heboh capek abis proses melahirkan. Jam 20.00 aku keluar dari VK jalan ke kamar pemulihan, 20.30 langsung aku sodorin payudara ke bayi yg sudah rawat gabung denganku, diajari sama Bu Dian (temen kantor yg udah kayak mamak sendiri nemenin lahiran sampe diajari nyusuin juga). Susah banget tau pelekatan pertama kali, masih bunyi-bunyi kenyotan yg gak pas. Aku coba terus pokoknya pede entah ada berapa tetes doang kali yg diminum, dan tetep pede rileks jan panik selama gak ada tanda bayi demam/kuning. Dari situ aku masih muter video pelekatan puting yg bener, sambil baca apa yg belum aku pahami. Kebayang gak abis lahiran ringsek tapi masih ngotot liat hp, cek buku, baca? Ya gitu, yg penting dah kelar :’)

Q: Peran suami pas menyusui?
A:
Pertama jelas, suami kasih support baik verbal non verbal atau materiil wkakakak.  Selanjutnya kayak temen sharing gitu, minta pendapat sih kalo ini gimana ini itu. Suami mau ikut belajar mendetail mengenai apapun yg aku pelajari. Suami jangan cuek ya, jangan dikira nyusuin itu cuma jejelin tetek ke bayi. Breastfeeding is really complex, hai para pak suami… andaikan kalian berkesempatan merasakan *jadi bayangin hahaha
Aku appreciate banget usaha suamiku untuk mendukung proses menyusui. Dari mulai ikut diajak pertimbangan pilih pompa ASI, ngingetin pumping time, belikan kantong ASIP pas habis, ngerapihin stok ASIP di freezer, beneran aku nggak salah pilih suami deh LOL. Nggak pernah melabeli dirinya sebagai ayah ASI tapi bagiku dia lebih dari sekedar suami SIAGA atau ayah ASI.

Q: Pake suplemen apa?
A:
Aku cuma lanjut Blackmores dari Kalbe, karena pas trimester ke-3 kehamilan konsumsi itu dan I’m in love with it. Kenapa aku bilang ‘cuma’ karena suplemen nggak akan bisa gantikan makanan, aku sadar makanku masih ga bener, mungkin secara makro gizi tercukupi tapi kalo mikro gizinya aku kurang yakin, jadi merasa masih butuh suplemen. That’s it dan ini juga sangat personal.
Pernah nyobain HOG dan susu almond booster yg hits di pasaran tapi berakhir mubazir, aku buang karena aneh banget rasa dan baunya kayak bedak adem/ lulur tradisional. Mendingan bikin kacang ijo (dan galaktogue alami lain), ngemil almond, cokelat/ cookies yg bikin happy dan relax intinya.

Q: Orang tua/ mertua gimana? Ribet komen ini itu kah?
A:
Ortu dateng dari Semarang pas yudis umur 4 hari, terus cuma 10 hari di sini dan tentunya wohooo komen segala macem lah soal cara asuhku dan suami yg emang baru pertama punya anak. Beberapa saran ada yg aku pake selama itu benar dan logis, sisanya mitos-mitos konyol yg nggak ada bukti ilmiahnya bin gak masuk akal, ya aku ga pake. Tentunya dengan jelasin ke ortu dengan cara yg alus (padahal eyel-eyelan juga deng). Karena ternyata beliau nggak resisten kok sama pengetahuan baru, malah senang dan ngeh kalau ilmunya sudah jadul.
Pernah ibuk (neneknya Yudis) bilang “ASImu dikit itu bayimu bangun-bangun terus kayak nggak kenyang”, lalu aku pede jawab “enggak, ASIku banyak dan cukup. Ibuk ga liat ini sampe bengkak-rembes gini?”. Kenapa aku pede jawab gitu? Karena aku tau itu adalah  fase engorgement, ga nyaman luar biasa, yg mana bayi cuma butuh dan mampu minum sedikit tapi payudara terus produksi… ya aku keluarin pelan-pelan, dengan bantuan alat pompa. Coba kalo aku belum baca dulu, pasti udah sedih kecil hati minder terus malah bikin ASI malah seret.
Mulai nabung kolostrum dan ASI di hari ke 6. Pas malem nggak kuat bangun karena capek, neneknya kasih ASI pake dot, beliau bilang kalo bayiku lebih banyak minum kalo lewat dot dan lebih lama tidurnya sehingga menyarankanku kasih lewat dot saja. Aku nggak langsung iya-in dong, aku cari lagi baca lagi dan ternyata direct breastfeeding yg diutamakan (karena bayiku ngga prematur) apalagi ada momok ‘bingung puting’ karena dot. Yaudah deh, aku stop dot dan full direct breastfeeding sampai cuti hampir habis. Lancar? Kelar? Nggak, ada drama lagi selanjutnya.

Q: Persiapan back to work, gimana?
A:
Deg-degan banget soale baru dapet pengasuh seminggu sebelum cuti habis. Drama lagi Yudis ngga mau dot sama sekali, karena selama cuti selalu direct breastfeeding denganku. Trus gimana? Udah nyoba alternatif lain yg sebenernya direkomendasikan WHO yaitu gelas sloki, pipet, sendok. Nggak berhasil semua, Yudis tetep nangis kejer maunya nen. Dicoba lagi, pake gelas tapi ribet karena bayi terbiasa nen sambil ngenyot/ngempeng puting sampe ketiduran.
Akhirnya balik lagi ke dot, mau sih tapi dikit banget minumnya. Untung kantor sama kosan deket jadi aku sering-sering pulang liat Yudis, istirahat siang aku pulang untuk menyusui langsung. Aku tau banget ini salah, tidak ideal… yg pasti menimbulkan drama selanjutnya yaitu berat badan Yudis yg nggak signifikan naik karena selama ku tinggal ya cuma minum sedikit dari dot. Stress berat dong… sempet kepikiran resign tapi suami nggak ngebolehin dan kita masih terus berusaha. Setelah MPASI yudis sudah baik kenaikan berat badannya, sudah pintar minum pakai gelas dan straw cup. Masih tetep nggak suka sama dot, cuma dia pakai enyot-enyot pas ngantuk mau tidur.

Q: Sampe kapan mau menyusui?
A:
Pertanyaan ini entah sopan atau engga, ya tergantung situasi, intro percakapan dan tujuan si pemilik pertanyaan. Bisa dianalogikan kayak nanya “Sampe kapan lu mau hidup?” kan kurang ajar. However, kalo ada yg tanya gini pasti kujawab “berusaha 2 tahun, inshaallah”. Karena ini cuma rencana ya, mana tau ada kenapa-kenapa kan itu bagian dari takdir.
Sekarang aku masih berjuang lanjut menyusui meskipun hasil pompa sudah turun karena cuma 1x pumping di kantor, jenuh juga ya tapi belum kepikiran untuk siap menyapih bayiku. Lagi nyemangatin diri sendiri terus yg bejibaku sama stressor baru yaitu MPASI, fase GTM, only emak-emak can relate this :’)

Udah sih kayaknya banyak banget aku nulis. Walopun aku punya latar belakang kesehatan, tapi aku bukan konselor/ ahli dalam menyusui/ laktasi. Dari gelar sarjanaku, aku cuma pake dasar-dasar cara mencari sumber ilmu yg valid (seperti artikel ilmiah), selebihnya aku belajar lagi. Suka nggak tega dan nggak pede kalo ketemu ibu-ibu baru yg lagi kesulitan menyusui. Aku takut sekali menyinggung perasaannya (yg pasti rapuh karena mungkin masih baby blues/ kelelahan), takut sotoy, takut nggak komplit dan berbagai ketakutan lainnya sehingga aku lebih memilih untuk diam kecuali ybs bertanya dan minta saran. Semoga tulisan ini bermanfaat, setiap ibu pasti adalah yg terbaik untuk anaknya.

hasil pumping di dalem blok wanita (lembaga pemasyarakatan)
baca: PENJARA... karena nggak ada ruang laktasi di kantor
sekarang hasilnya udah 1/4 dari ini and I'm OK :)


Minggu, 01 September 2019

My Blog, I'm Coming Back!


Senin, 2 September 2019... hari ini aku pengen banget nulis entah kenapa, it's been 4 or 5 years from my last update here. Ku kira aku nggak bakal log-in blog ini lagi wkwkkwkw.  Soale hasrat tidur, leyeh-leyeh, sroll sosmed ampe mual itu lebih tinggi daripada (berusaha) produktif, yekan yekan?
Mungkin hasrat katarsis untuk meredam stressor  sudah bingung aku mau diluapkan ke mana. Bukan stressor yang gimana-gimana juga sih, cuma beberapa fase perubahan hidup krusial dalam 4 tahun belakangan. Perubahan apa aja emang? Sebutlah lulus kuliah, cari kerjaan, dapet kerjaan, dari kerjaan belom settled sampe settled down (tetap), putus cari pacar galau – repeat, menikah! Lanjut hamil, beranak, ngasuh anak, beneran WOW terjadi dalam 4 tahun ini. Kayaknya terlalu ribet ya untuk ditulis dalam satu post. Aku berencana nulis beberapa post yang menurutku mungkin berguna untuk temen-temen deket yang baca blog nggak penting cem ini atau bahkan stranger yg lagi iseng-iseng googling pakai keyword absurd kayak “cara supaya bisa menikah tanpa resepsi” atau “tips sukses wawancara CPNS” nah gitu kan hahahahaha! Cause I’ve been there myself.
Aku kayaknya nggak banyak nulis soal make-up things lagi soalnya hal-hal yg berbau gitu udah too much, so basic apalah apalah pokoknya udah nggak mood sama sekali, wakakkakak. Masih  dandan kok, beli-beli make up & skin care tapi cuma sebagai kebutuhan sekunder aja gitu, bukan lagi yg hobi banget terobsesi. Konyol aja rasanya sekarang, lagian banyak banget beauty blogger&vlogger, beauty guru yang oke nya kebangetan! Enakan juga sambat, misuh, gibah, sotoy, bebas lah di blog personal gini. Tapi nggak pengen juga nulis yg bikin sakit mata dan nggak berfaedah samsek atau malah menjerumuskan, aku takut pertanggungjawabannya nanti (sebagai insan yg beragama, TSAELAAAHHH~).
Umurku sekarang 28 tahun, boleh dibilang sudah melewati early adulthood yg emang banyak stressor dan krisis itu. Ingin sekali momen-momen itu bisa aku kenang, menjadi abadi di dunia yg maya ini… lah kan internet hahahaha thanks ga penting J, oyaa btw
Stressor: hal-hal receh dalam hidup yg sekarang kudu dipikirin banget tapi nanti pas tua kita pasti senyum-senyum kalo inget

sEkiAAaan…….Putri, emak-emak newbie yg masih OJT di dunia parenting




Jumat, 02 Januari 2015

Write and Giggle!

I’d like to write, what’s on my mind when I was standing so long in my bathroom.
I’d like to write, what’s go around my head when my eyes got so hard closed just to sleep.
I’d like to write, what’s stuck in my brain when I listened to Copeland’s songs.
I’d like to write, what I shouldn’t think when I was typing a make-up review.
I’d just like to write, what makes me suddenly be an amateur melancholy molly when I feel the glace of rain.
If someday, I found these old writings ...I wish I will smile with some giggles.
Giggling, why I was too naive and then thank God ...the steps lead me figure out what happiness is.
Giggling, why my grammar was screwed up!
That was well hard, though.
source: aestheticoutburst.blogspot.com

-typed with Suburban Love by Lipstik Lipsing.mp3 as backsound-


Senin, 29 Desember 2014

Over thinking would kill you! (Cognitive Distortions Explanation)


Dua bulan yang lalu, kalau saya tidak salah sih. Saya menulis tentang ABC, teknik terapi kognitif buat kondisi depresi (sedih) yang semoga bisa membantu. Sedang tidak menulis tentang review make up atau hal berbau per-lenongan karena sedang jenuh. Jenuh, duh jadi inget mz Rio.... #np #RioFebrian-Jenuh

Kembali lurus ke niat awal, saya pengen meneruskan tentang ‘distorsi kognitif’ yang pernah saya singgung di pos tersebut. Distorsi kognitif paan sik? Ya itu, coba saya artikan perkata dulu.
dis·tor·si n 1: pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dsb; penyimpangan:
kog·ni·tif a 1 berhubungan dng atau melibatkan kognisi
kognisi /kog·ni·si/ n 1 kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dsb) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri; 2 Sos proses, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang; 3 hasil pemerolehan pengetahuan

Bisa ditarik kesimpulan, distorsi kognitif merupakan penyimpangan dalam penafsiran/ persepsi. Semua berawal dari mikir, cara pikir kita loh. Sebenarnya ada banyak sih, distorsi yang (mungkin) sering kita alami. Saya juga sering, banget. Mungkin kamu pernah mengalami hal di bawah ini deh:

All or Nothing
Pola pikir seperti ini sering diawali dengan kata absolut seperti ‘semua’, ‘selalu’, ‘selamanya’. Lompat ke contoh: Saya selamanya bodoh, mudah tertipu. Selalu ada niat buruk dibalik setiap orang yang mendekati saya. Tidak pernah ada orang yang tulus mencintai saya.
Nah, dikurang-kurangin deh penggunaan kata-kata mutlak di atas. Nggak semua kok, itu cuma di pikiran kita saja.

Over-generalization
Hampir sama seperti tipe distorsi di atas, namun pola ini lebih menyamaratakan suatu populasi karena satu hal atau keadaan. Istilah jawanya, gebyah uyah. Semua lelaki memang brengsek. Semua orang hanya ingin memperdayai saya saja.
Janganlah merusak susu sebelanga karena tinta setitik. Semua orang punya keunikan masing-masing, ya jangan pernah menyamaratakan.

Mental Filter
Dalam pola ini, pikiran kita secara otomatis menyaring. Menyaring apa? Menyaring sisi negatif dari suatu kejadian sehingga tidak ada hal positif yang didapat.
Misal, Putri sudah berangkat pagi buta karena akan mengikuti ujian. Tiba-tiba di tengah jalan ban motornya bocor. Dia menelpon temannya, namun tidak ada yang mau menyusulnya. Akhirnya dia tidak mengikuti ujian dan harus menjalani ujian susulan walaupun nilai ujiannya bagus.
Putri mengumpat seharian dan berpikir bahwa teman-temannya egois. Dia tidak melihat bahwa teman-temannya dalam keadaan menghadapi ujian juga dan mereka sudah meminta izin untuk Putri karena musibah ban bocor. Lagi pula karena ujian susulan, Putri lebih bisa mempersiapkan tanpa resah terburu-buru sehingga nilai ujiannya bagus. Cara berpikir seperti ini menghilangkan poin positif dari suatu kejadian.

Jumping to Conclusions
Ini nih, yang bisa disebut pola pikir insecure. Merasa tidak aman karena menganggap diri kita tahu bagaimana orang lain berpikir (mind-reading) atau bahkan bisa menebak akhir dari suatu kejadian (fortune-teller).
Contoh lagi, Putri selalu marah-marah dan menginterogasi kekasihnya karena menganggap pacarnya pasti berselingkuh dengan wanita lain. Parahnya, dia mengaku bisa meramal bahwa hubungannya akan kandas. Putri yakin bahwa teman-teman kekasihnya tidak menyukainya, seperti itu.

Should Statement
Putri sedang menunggu teman baiknya yang berjanji akan tepat waktu menjemputnya untuk hadir di suatu konser musik. Setelah menunggu lebih dari satu jam, temannya tak kunjung datang. Dia marah-marah sebal karena konser akan segera usai. Temannya datang tergopoh karena tenyata dirampok di jalan.
Pola pikir seharusnya, harus, yang diterapkan Putri di atas membuat suasana buruk di pikirannya sendiri. Seharusnya ada hal-hal di luar ekspektasi yang perlu dipertimbangkan mungkin akan terjadi.

Labeling
Setelah putus cinta berkali-kali, Putri berpikir bahwa dia bukan wanita yang baik. Saya jelek. Saya bodoh. Saya tidak spesial. Tidak ada yang mau dengan wanita seperti saya. Menempel label buruk untuk diri sendiri, bukan ide yang bagus untuk kesehatan pikiran kan?

Personalization & Blame
Putri menyalahkan dirinya karena hubungan cintanya kandas. Dia menyesal tidak mengindahkan nasehat teman-temannya untuk hati-hati dengan pria tersebut. Putri terus menerus menyalahkan dirinya dan merasa kejadian buruk itu adalah sepenuhnya salahnya. Padahal belum tentu dan masih banyak faktor lain yang bisa berperan meyebabkan suatu musibah/ keadaan krisis.

All or Nothing dan Mental Filter ini saya banget pas lagi khilaf :))
Kira-kira kalian sering terdistosi tipe apa? Let me know :D


Rabu, 22 Oktober 2014

Review Maybelline ColorShow Lipstick (True Toffee: 301)

Beberapa waktu lalu, saya sempat jual-jualin make up yang nggak kepake di sini. Nazar nggak mau beli make up dulu. Giveaway dari Mba Merilla May dan Make Over menurut saya sudah nambah stok make up yang jarang kepake. Sudah, sudah, sudah cukup saya bahkan belum mencobanya satu-satu.
Tapi giveaway itu tidak menyediakan lipstick nude yang saya biasa pakai yaitu Make Over Ultrashine Lipstick yang Peach Vaganza atau Nuddist Freak. Padahal batangnya sudah tak terlihat lagi karena kekejaman si pemakainya, huahaha. Yasudah, mampir ke counter Maybelline colak colek bentar eh malah nemu yang mirip dengan harga setengah lipen Make Over saya. Wuhuuu mana mungkin nggak beli. Lipstick ini kepake banget, walopun saya masih belum bisa move on dari bayang-bayang Make Over Ultrashine Lipstick Nuddist Freak. Tunggu sampe voucher giveaway saya bisa kepake di Make Over store Semarang, maka saya akan beli! Soalnya Make Over store Jogja yang di Galeria Mall sudah kukutan entah mengapa.

Kemasan
Ini tetep saya banding-bandingin sama ‘mantan’ lipen kesayangan saya. Segi kemasan, jauh... cakep Make Over ke mana-mana sih. Iya, loh inget ono rego ono rupo.

Tekstur dan Warna
Teksturnya lembut, tapi tidak sehalus pembandingnya di atas. Sekali oles cukup pigmented menutupi garis hitam bibir saya. Tapi ternyata setelah diliat-liat ada glitter yang cukup ketara lho. Saya sih nggak masalah, namun bagi pemilik bibir seksi macem Angelina Jolie ya mohon dipertimbangkan. Tau kan, efek gemilau si glitter memberi efek besar pada bibir.

Ketahanan
Ketahan cukup lah, so- so. Gak bikin bibir ngelotok-ngelotok pula. Kalau mau tahan lama jangan lupa pakai teknik oleh, tap tisu, oles, tap lagi. Yang bikin konyol, ketika warnanya memudar tapi glitternya masih menempel awet di bibir. Ya gitu deh, bibirnya gosong tapi berkilauan. Duh dek :(

Kesimpulan:
(+) Murah, nggak bikin kering bibir
(-) Kemasan ringkih, kelihatan murahan
(-) Glitternya, maaak! Gak nahan.

Harga ±Rp 30.000,-

Repurchase: NO

Minggu, 12 Oktober 2014

ABC For Your Happy Life!

Jadi, tiga hari yang lalu adalah hari Jumat tanggal 10 Oktober 2014. Seperti tidak ada yang spesial memang, tapi 10 Oktober kemarin menjadi spesial untuk saya karena hari itu adalah World Mental Health Day yang tema tahun ini adalah Living with Schizophrenia. Saya sudah tiga minggu penuh menjalani stase peminatan keperawatan jiwa di ujung rotasi klinik saya. Yak, jiwa! Meskipun dipandang sebelah mata oleh banyak orang, stigma negatif dan kolot tentang gangguan jiwa, anggapan prospek buruk mengenai pekerjaan dan keilmuan ini, saya tetap bersikukuh untuk mengambil peminatan jiwa.
World Mental Health Day 10th Oct
It’s fun, indeed.. .  Saya bisa belajar tentang kesehatan fisik, mental, sosial, secara terintregasi. Ilmu yang bisa dipakai untuk terapi pasien, keluarga pasien, masyarakat, teman-teman, orang-orang terdekat dan tersayang. Bahkan, untuk diri sendiri.
Minggu pertama, saya mencoba praktik terapi kognitif (cognitive restructuring) yang saya modifikasi dari beberapa sumber ilmiah. Terapi ini diklaim sangat signifikan hasilnya untuk penderita depresi (gangguan mood, sedih). Sangat fleksibel, asalkan tau dasarnya saja.  Sebut saja ABC.
“A” yaitu actual event adalah kejadian sebenarnya.
“B” adalah belief, yaitu hal hal yang dipikirkan dan dipercayai oleh seseorang atas kejadian “A” tersebut.
 “C” yaitu consequence/ konsekuensi dari adanya “B” atau kepercayaan tersebut.
Kesimpulannya, terjadinya A menimbulkan B yang kemudian menimbulkan C. Lets make an example. Saya kasih contoh untuk diri saya sendiri aja deh, biar nggak ada pihak yang tersindir. Contoh:
A (Actual Event): Putri ditinggalkan kekasihnya karena kekasihnya selingkuh (misalnya -_-)
B (Belief): Putri percaya bahwa kekasihnya berselingkuh karena merasa selingkuhannya lebih baik darinya, dia bukan siapa-siapa, dia bodoh, dan banyak distorsi kognitif lain yang membuatnya sangat sedih.
C (Consequence): Karena sangat sedih dan terus memikirkan hal tersebut Putri menjadi malas beraktivitas, tidak mau makan, tidak bisa tidur, mengurung diri di kamar dan akhirnya sakit.

Keadaan yang dialami Putri termasuk kecenderungan depresif. Dalam terapi kognitif, penderita depresi disadarkan akan adanya pola pikir atau keyakinan (B= Belief) yang salah kemudian atau menata ulang B tersebut sehingga terjadi C (consequence) yang berbeda. Inti dari terapi kognitif yaitu mengubah pikiran/ kepercayaan pada poin B, dari keyakinan negatif menjadi keyakinan positif dan realisitis. Caranya? 
1.  Tuliskan semua yang kita rasakan dan pikirkan.
Menulis merupakan salah satu media katarsis. Dengan menuliskan perasaan dan pikiran yang dirasakan, kita bisa melihat gambaran besar masalah/ stressor yang kita hadapi. Kita dapat mengidentifikasi apa saja perasaan atau emosi negatif yang muncul.
2.  Identifikasi kejadian yang membuat kita terganggu (sedih).
Tentukan hal utama yang membuat kita sedih. Misalnya dalam kasus Putri di atas apakah yang membuat Putri sedih. Apakah karena berakhirnya hubungan? Apakah karena merasa ditipu? Apakah karena takut menjadi single? Misalnya.
3.  Identifikasi semua emosi yang negatif.
Garisbawahi perasaan negatif yang kita rasakan. Saya marah karena merasa dibohongi. Saya sedih dan kecewa karena sudah menaruh harapan.
4.  Identifikasi semua pikiran negatif yang mengikuti emosi negatif.
Pasti, pasti, pasti ada pikiran negatif yang menyertai emosi negatif. Nah, kita juga harus menyadari pikiran yang timbul ini. Contoh lagi: Putri sedih karena merasa dibohongi, kemudian Putri berpikir ‘pasti dia hanya memanfaatkan saya saja, saya bodoh sekali bisa-bisanya dibohongi...’
5.  Identifikasi distorsi pemikiran yang terjadi dan ganti dengan yang benar.
Kita mengganti emosi dan pikiran negatif menjadi reaksi yang realistis. Soal Putri diselingkuhi dan dibohongi misalnya, disarankan untuk tidak mendistorsi cara berpikir. Seperti: baiklah, mungkin Tuhan telah menunjukkan kepada Putri siapa sebenarnya lelaki itu. Putri seharusnya bersyukur tidak berjodoh dengan pembohong. Mungkin juga orang tersebut sudah terbiasa melakukan kebohongan itu kepada wanita lain, sehingga Putri tidak menyadarinya, bukan karena Putri bodoh.
6.  Pertimbangkan kembali “emosi”.
Setelah sadar apa saja emosi negatif yang kita miliki, mari pikirkan apakah reaksi tersebut wajar. Putri masih merasa sedih dan kecewa karena diselingkuhi, namun sampai kapan dan sejauh apa emosi tersebut akan ada. Apakah emosi tersebut berdasarkan realita atau karena distorsi kognitif. Apa itu distorsi kognitif? (akan dijelaskan di bawah)
7.  Buat rencana perbaikan.
Semua sudah jelas, kita sudah menulis semua yang dirasakan, menunjuk dan mebedakan mana emosi negatif, pikiran negatif serta mempertimbangkan emosi. Kita juga sadar emosi yang menyebabkan pikiran kita terdistori (melenceng). Mana kah tipe distorsi kognitifmu? Di bawah ini dijelaskan cara berpikir yang melenceng atau terdistorsi:
Duh, masih dalam bahasa inggris, kapan-kapan saya bikin postingan terpisah tentang distorsi kognitif. Ini sumbernya  http://www.apsu.edu/sites/apsu.edu/files/counseling/COGNITIVE_0.pdf
Kira-kira dengan jenis distorsi yang mana kita berpikir? Ketawa sendiri kan, senyum sendiri kan menyadari cara berpikir kita yang salah :)
Sekarang tinggal bikin list rencana perbaikan. Masih dengan contoh Putri, misalnya Putri akan memperbaiki diri, berhati-hati dalam memilih pasangan selanjutnya, melakukan hal-hal positif untuk mengisi kegiatan dan mempersiapkan diri untuk menjadi lebih baik (ini abstrak banget, ngaaah).
Buat rencana yang aplikatif saja, seperti saya akan membaca buku minimal 3 jam setiap hari, jika merasa sedih saya akan menulis, saya akan bercerita kepada teman jika merasa kesepian, saya akan masih banyaaak lagi.... Intinya, rencana kalian nanti harus bermanfaat terutama untuk diri kalian sendiri atau bahkan lingkungan sekitar. Semakin sibuk dan semakin menikmati, maka semakin baik pula pikiran kita nantinya. Jauh dari distorsi kognitif yang merusak cara berpikir kita.

Get happy life with ABC rule!!! :D

Jumat, 19 September 2014

Takut Tiket..

Jemariku kaku, melepas lembar demi lembar tiket bioskop yang berserakan di meja sudut kamarnya. Mata saya terasa berat dan berair tapi tidak menetes. Masih saya pandangi dan urutkan tiket-tiket bioskop di mall ibu kota itu. Tiba-tiba satu tepukan hangat menyambut bahuku diiringi bau wangi khas sabun setelah mandi. Pria itu berkata, “Ayo berangkat...”. Ya, saya dan dia berencana makan malam bersama sahabat perempuan saya, namun saya berani bertaruh rencana ini akan batal.
Sepanjang jalan, dia menanyaiku kenapa wajahku murung, seolah saya ini biasanya gadis yang paling ceria. Saya menggelengkan kepala, dan menjawab tidak apa-apa. Kerutan mata sayu di balik kaca matanya membuat bibirku kelu untuk berkata dan selalu membalasnya dengan senyuman lebar gigi berkawatku.
Benar saja, malam itu kita hanya makan berdua tanpa sahabatku. Sahabat itu menolak ikut karena kita terlalu lama datang. Mungkin seharian kita terlalu banyak berpergian dan menghabiskan waktu berdua karena kami sadar waktu ‘berkualitas’ semacam ini tidak setiap hari kita punya. Betapa senang saya mengiris roti dan isi burger raksasa yang kita idam-idam sejak lama, walaupun rasanya biasa saja. Yang saya ingat, saya sangat senang karena bisa melihat pria itu lagi setelah hampir lupa wajahnya.
Setelah irisan burger itu habis, saya dengannya membicarakan musik yang kita dengar sekarang, soal rencanya membuat akun last.fm atau sekedar mengobrolkan rekan kerjanya di tengah laut sana. Entah bagaimana, rentetan obrolan itu sampai pada titik basa-basi. Saya memulai pertanyaan basa-basi ala saya.
“Kalau di Jakarta emang biasanya jalan ke mall sendiri ya? Nonton juga sendiri terus?”
“Iya... sendiri kok.”
“Sumpah? Demi Allah?”
Pria itu mengrenyitkan dahi, mengabaikan uluran tangan saya dan berbalik bertanya.. kenapa? Dengan rasa takut, bukan takut olehnya.. melainkan takut dengan jawaban yang ia akan berikan. Bibir saya dengar lirih berkata, “Aku melihat tiket-tiket bioskop yang berserakan di meja rumahmu. Tiket bioskop itu sepasang-sepasang. Jadi? Dengan siapa?”
Ah saya benar-benar takut! Takut karena tiket? Sampai saya menutup mata menunggu jawaban, padahal telinga saya yang mendengar. Setelah tertegun lama, pria itu menjawab. Jawaban itu mengerikan. Mengerikan seperti pengumuman ketidaklulusan seorang siswa, menyedihkan seperti mendengar orang yang paling kamu sayangi meninggal. Jawaban itu... seketika membuat bibir saya rapat berganti tangis. Lingkar dada saya seperti bertambah sepuluh senti, menjadikan saya sesak sulit untuk bernafas. Pria si penjawab pertanyaan itu mengajak saya pulang, mungkin dia malu dengan pengunjung kafe yang lumayan ramai malam itu.
Di ruang tamu, pria itu masih diam. Saya terisak. Pria itu masih diam. Saya masih juga terisak. Di tengah isak tangis itu, saya bertanya-tanya apa saya pernah menyakiti hati orang lain sedemikian rupa, sehingga pria ini membalasnya dengan beribu pedih. Entah, mungkin iya.

Maafkan saya, siapa pun.
Oh Tuhan.. karma itu ada untuk saya, kamu atau dia.


Yogyakarta, 16 September 2014

Kamis, 21 Agustus 2014

BLOGSALE puterinurma

Beberapa make up & skin care ini saya jual karena jarang banget dipake entah karena udah punya yang lain atau tidak sempat memakai. Maka dari itu semua barang di blogsale ini kondisinya rata-rata 90% baik dari utuhnya isi maupun kondisi kemasan. Dari pada teronggok tak berfungsi dan menuh-menuhin meja rias, mending saya banting harga. Jangan ditawar lagi, apalagi setega lagunya Rosa dan sesadis lagunya Afgan ya :’)
Sebenernya mau jual di looxmarket via twitter, tapi selalu ketinggalan tanggalnya -_-
CP: 085641119990 (Puterinurma)
Diutamakan COD Jogja atau Semarang. Biaya ongkir ditanggung pembeli J

Eyeshadow Trivia Make Over (Black Goddiva)SOLD
Kondisi: Masih seperti baru, isi 95%, aplikator masih bagus. Expired date bulan 07-2015. Review lihat di sini. 
Alasan dijual: Jarang dipakai, sudah punya eyeshadow hitam The Body Shop dari Mbak Merilla :D

Kondisi: Hanya tercocol bagian permukaan jauh dari hit-pan  isi 90%, aplikator masih bagus selalu dibersihkan habis pakai. Expired date bulan 01-2016. Review lihat di sini. 
Alasan dijual: Saya sudah pensiun pakai eyeliner. Cuma buat poto2an aja. Lebih sering pake blush-on.
Harga: Rp 60.000 (dari harga asli Rp 98.000)


The Body Shop Vitamin E Cool BB-Cream  SOLD
Kondisi: Seperti di foto, isi 90%, kemasan masih kuat tutup tidak protol. Expired date bulan 01-2016. Review lihat di sini. 
Alasan dijual: Nggak kepake, saya lebih suka pakai tinted day cream wardah.


Wardah Longlasting Lipstick (02 Pink Sorbet) SOLD
Kondisi: Seperti di foto isi 95%, kemasan masih kuat tidak baret-baret. Expired date bulan 06-2015. Review lihat di sini.
Alasan dijual: Jarang kepake, cuma buat foto-foto iseng di blog aja.

Jumat, 15 Agustus 2014

Tips: Membuat Alis Tebal Alami

Dulu saya pernah bikin tutorial membuat alis sederhana, natural untuk sehari-hari di post ini. Tapi untuk acara tertentu seperti kondangan, wisuda, night party *tsaaah, atau mungkin nyinden, alis tersebut semacam ‘kurang memenuhi’ tuntutan dandan. Jadi saya membuatnya lebih tebal dan mengisinya menggunakan eyeshadow cokelat tua supaya tetap terlihat seperti alis.
Pengen berbagi tutorial pribadi mengenai cara membuat alis tebal, yang belakangan ini sering dibahas di femaledaily dan disukai banyak customer para makeup artist. Pada dasarnya, entah lagi hits atau engga, saya memang suka alis seperti ini karena cocok dengan karakter saya. Alis model seperti ini diclaim membuat wajah tampak muda, tegas, lucuk, imut, menggemaskan.
Alis tebal juga bikin cakep, kan?
Source: google.com

Nah ini, seleb dengan alis tebal yang ngehits. Sapa hayo?
Source: google.com


Ini juga... Eh ini mah bibirnya yang tebel, bukan alisnya :3

Saya tekankan, sebaiknya kita tidak termakan tren. Harus disadari bahwa wajah kita (kita? saya doang kaleee), tidak seluruhnya kompatibel dengan berbagai trend make up termasuk alis. Nah pembangunan karakter bisa dimulai dari cari menggambar alis, postingan quote sok bijak di FB, postingan sampah di twitter atau momen check in bermodus pamer di path.
Well, let’s start to look at the picture and the steps are typed below it...

1. Rapikan bulu-bulu alismu yang ‘liar’. Bulu-bulu yang tidak fokus ke garis bisa dihilangkan atau diberi concealer.
2. Buat outline di sisi alis bagian bawah. Ikuti panduan umum membentuk outline, supaya mata tidak terlihat sayu atau malah wajah kelihatan galak.
3. Fokus ke garis ekor alis, tebalkan setebal mungkin. Kenapa? Karena garis ekor ini paling mudah hilang kemudian alis menjadi buntung. Apa gegara pensil alis saya aja ya yang murahan? :( *kemudian ngewishlist anastaisah beverly hills*
4. Buat outline alis bagian atas, sesuai selera. Mau setebel jilid’an skripsi juga boleh.
5. Arsir sedikit, biarkan pangkal alis tipis saja agar tidak terlalu palsyuk. Isi alis dengan eyeshadow powder matte, tipis dari pangkal... menebal menuju ujung alis. Eyeshadow yang saya gunakan untuk membuat alis adalah eyeshadow Silky Girl yang sudah pernah saya ulas di link ini.
Well done! Kamu cantik.. cantik... dari alismu wuwuuw~


Yuk dicoba, belajar buat yang belum bisa. Supaya kamu bisa kece tiap hari dan irit nggak harus pake jasa make up artist ketika acara formal. :D
Alat yang dibutukan: pensil alis, eyeshadow cokelat matte, brush alis (optional), angled brush (optional)

Sabtu, 14 Juni 2014

Halal Face Srub: Wardah White Secret Exfoliating Scrub

Pernah nggak ngerasa wajah kusem banget? Sering? Samaaaaak :p
Pualing bikin bete, kalo ada lapisan tipis agak mengelupas di bagian cuping hidung atau sudut bibir yang nggak oke banget kalo ditimpa bedak, krim dan apapun itu. Berdasar pengalaman amatiran perkulitan seperti saya, itu adalah tanda kulit wajah yang butuh di-peeling (dikuliti, dikelupas) pada bagian paling luar yaitu epidermis. 
Lapisan epidermis yang paling luar, merupakan lapisan sel kulit mati. Inti sel yang sudah mati pada lapisan ini mengandung zat keratin. Apabila lapisan ini mengelupas, akan digantikan dengan lapisan baru. Jadi tenang saja, peeling ini aman asalkan tidak rutin setiap hari, toh bukan termasuk perawatan invasif seperti facial. Rajin amat tiap hari, mandi aja belom tentu tiap hari... #cantiktapikemproh *haa?cantik?
Saya pengen mereview produk yang saya gunakan untuk peeling ini: Wardah White Secret Exfoliating Scrub. Intinya krim peeling ini termasuk serangkaian White Series dari Wardah, saya pernah pakai krim malam, pagi dan tinted day cream dari seri tersebut, reviewnya klik di sini.

Kemasan
Krim ini diluncurkan dalam bentuk tube seperti gambar di bawah. Hanya tersedia dalam satu ukuran yaitu 40ml. Sangat cukup untuk berkali-kali peeling lah, kecuali wajahnya selebar lapangan tenis.

Kemasan tube munyil.

Kandungan
Tutup yang mainstream, halah.
 Tekstur dan Bau
Tekstur scrubnya kecil-kecil sekali. Saking kecilnya terasa perih dan agak menusuk jika digosok agak keras. Solusinya, gosok pelan-pelan untuk mengangkat kulit mati tanpa menyakiti hati dan perasaan #opolhoo. Untuk baunya sendiri... enak! Ada fragnance-nya mungkin ya seperti semua produk di White Secret Wardah. Baunya pokoknya enak, menurut saya.. Menurut saya lagi bau ketek saya enak, menurut saya lho. Bau hanyalah soal selera, setuju?
Tekstur

Kecil kecil banget, wani perih dek :" #wuopoh

Putih-putih tipis menghilang, kinclong setelah digosok :3
Kesimpulan:
(-) Scrubnya kecil-kecil, sakiiit.
(+) Baunya enak, tidak lengket

Harga Rp 17.000,-



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...